LPDP

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan—badan di bawah Kemendiktisaintek yang mengelola dana abadi pendidikan untuk beasiswa dan riset.

Print

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah badan layanan umum di bawah Kemendiktisaintek yang mengelola Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) — dana abadi (endowment fund) yang digunakan untuk beasiswa dan riset. Didirikan melalui PP 61/2010, dengan tujuan menghasilkan SDM unggul yang melanjutkan studi S1/S2/S3 di dalam dan luar negeri.

Sejarah

TahunPeristiwa
2010Diresmikan oleh Menkeu Sri Mulyani dan Mendikbud Mohammad Nuh
2012Mulai salurkan beasiswa dosen untuk S2/S3
2015Mulai salurkan Afiliasi (PTN mitra)
2020Transformasi: fokus ke beasiswa BPI (Bantuan Pendanaan Individu)
2023Diperluas: bantuan pendanaan riset dan dampak ke PT
2024-2025Integrasi dengan Diktisaintek Berdampak

Visi

“Menjadi pengelola dana abadi pendidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel, untuk menghasilkan SDM unggul yang berkontribusi bagi Indonesia.”

Skema Beasiswa (2024-2025)

1. Beasiswa Dosen

Beasiswa untuk dosen tetap PTN/PTS, mencakup:

  • S2 (1-2 tahun) atau S3 (3-4 tahun)
  • Bidang studi prioritas: STEM, kesehatan, pendidikan vokasi, pertanian, ekonomi
  • Tunjangan:
    • Biaya kuliah penuh
    • Tunjangan hidup (Rp 4-7 juta/bulan, tergantung negara)
    • Tiket pesawat PP
    • Tunjangan buku, riset, konferensi
    • Asuransi kesehatan
  • Wajib kembali ke Indonesia setelah lulus
  • Total penerima aktif: ±4.000 dosen per tahun

2. Beasiswa Prasejahtera

Beasiswa penuh untuk mahasiswa dari keluarga prasejahtera (PKH, KIP Kuliah):

  • S1 di PTN/PTS mitra
  • UKT + biaya hidup penuh
  • Total penerima aktif: ±2.500 per tahun

3. Beasiswa Afirmasi

Untuk putra-putri daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), Papua, dan daerah konflik:

  • S1, S2, S3 di universitas mitra
  • Total: ±500 per tahun

4. Beasiswa Riset

Pendanaan riset pasca-doktoral dan joint research:

  • Riset internasional (1-3 tahun)
  • Riset kolaboratif dengan PTN top dunia
  • Dana: Rp 200-500 juta per proyek
  • Total: ±300 proyek per tahun

Dana dan Aset

TahunAset (Rp Triliun)Beasiswa Cair (Rp T)
201250,3
2016301,5
2020653,2
2023955,1
20241106,3
2025 (target)1307,5

Dampak dan Kontroversi

Dampak Positif

  • ±15.000 alumni LPDP sejak 2012
  • Kontribusi ke PTN-BH (UI, UGM, ITB) — dosen LPDP banyak jadi rektor
  • Riset di jurnal internasional naik
  • Diaspora Indonesia di top global universities (Harvard, MIT, Cambridge, Stanford)

Kontroversi

1. Biaya Tinggi

  • Disebut “membelitkan anggaran” — dana abadi yang tidak boleh turun
  • Kritik: prioritas untuk S2/S3, sementara K-12 butuh lebih banyak
  • Kritik: LPDP ke “orang kaya” (kuota banyak untuk ASN, TNI/Polri)

2. Skandal Gaji dan Tunjangan Direksi

  • 2018: Skandal gaji direksi (salah satu tertinggi di Indonesia)
  • Investigasi oleh BPK
  • Reformasi struktural setelah itu

3. Persoalan Alumni

  • Banyak alumni yang tidak kembali ke Indonesia
  • Yang kembali tidak selalu ke PTN, banyak ke industri/swasta
  • Riset yang dibiayai kadang tidak terapan

4. Ketergantungan

  • PTN-BH semakin bergantung pada pendanaan LPDP
  • Tekanan: LPDP dijadikan “lobby” politik

Regulasi

  • PP 61/2010 — pembentukan LPDP
  • PP 87/2021 — perubahan (penguatan kelembagaan)
  • Permendiktisaintek 39/2025 — integrasi dengan Kampus Berdampak
  • Peraturan LPDP — tahunan

Lihat Juga

Referensi

  • LPDP. 2024. Annual Report 2024. Jakarta.
  • Kemendiktisaintek. 2025. Peta Jalan Diktisaintek Berdampak. Jakarta.
  • Tirto.id. 2024. “LPDP, Endowment Fund, dan Pro Kontra.” 10 Mei.
  • Kontan. 2025. “Reformasi LPDP Pasca-Rektor PTN.” 15 Februari.

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.