UTBK-SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes)

Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes — jalur masuk PTN kedua di Indonesia. Tahun 2025 tercatat 900.000+ pendaftar, 600.000+ gagal, dan tidak ada passing grade.

Ujian tertulis nasional untuk masuk PTN — salah satu sistem seleksi terbesar di dunia dengan 900.000+ peserta. Tahun 2025 menjadi polemik karena tidak ada passing grade.

Print

UTBK-SNBT

UTBK-SNBT (Ujian Tulis Berbasis Komputer — Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) adalah jalur masuk tertulis untuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Diselenggarakan oleh SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru), ujian ini menggantikan sistem SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada 2019. Pada 2025, lebih dari 900.000 peserta mengikuti UTBK, menjadikannya sebagai salah satu ujian masuk PTN terbesar di dunia.


Sejarah

Era SBMPTN (Sebelum 2019)

SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) diadakan sejak 1976 sebagai sistem ujian bersama untuk PTN. Sistem ini menggunakan ujian tertulis (Penalaran Umum, IPA/IPS) sebagai satu-satunya alat seleksi.

Transformasi ke SNPMB (2019)

Pada 2019 — di bawah kepemimpinan Mendikbudristek Nadiem Makarim — SBMPTN direformasi menjadi:

  • SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) — sebagai badan pengelola
  • SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) — jalur rapor (sebelumnya SNMPTN)
  • SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) — jalur tertulis (menggantikan SBMPTN)
  • UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) — metode ujian

Diktisaintek (2024-)

  • Maret 2024 — Kementerian dipecah menjadi Kemendikdasmen (K-12) dan Kemendiktisaintek (PT)
  • UTBK-SNBT sekarang diurus Kemendiktisaintek melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT)

Format UTBK-SNBT

6 Sub-tes (Berdasarkan Kelompok)

Sub-tesKodeMateriWaktu
Penalaran UmumPULogika, penalaran30 menit
Pengetahuan dan Pemahaman UmumPPUBahasa Indonesia, pemahaman bacaan15 menit
Pemahaman Bacaan dan MenulisPBMTeks panjang, analisis25 menit
Literasi Bahasa IndonesiaLBITeks akademis, sastra45 menit
Literasi Bahasa InggrisLBEReading comprehension30 menit
Penalaran MatematikaPMKMatematika dasar sampai advanced60 menit

Kelompok Ujian

  • Saintek — untuk prodi IPA/teknik
  • Soshum — untuk prodi IPS/sosial
  • Sama (Saintek + Soshum) — untuk prodi gabungan (mis. pertanian)

Skoring IRT (Item Response Theory)

Kaidah penilaian modern:

  • Bukan nilai benar/salah sederhana
  • Mempertimbangkan tingkat kesulitan soal
  • Menganalisis pola jawaban 800.000+ peserta
  • Setiap soal punya nilai berbeda tergantung kesulitannya

Skor akhir (range 0-1000, atau skala lain):

  • Skor UTBK 2025 tertinggi: 819,85 (S1)
  • Skor rendah per prodi berbeda

Mekanisme Seleksi

Tidak Ada Passing Grade (2025)

Kontroversi 2025:

  • Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok: “Tidak ada passing grade”
  • Dasar kelulusan: perangkingan dari skor tertinggi ke terendah sesuai kuota prodi
  • Misal: prodi A di PTN X = kuota 30, maka 30 peserta dengan skor tertinggi diterima
  • Setiap prodi memiliki daya tampung sendiri

Pendaftaran dan Pelaksanaan

  1. Pendaftaran online — biasanya Maret-April
  2. Pelaksanaan UTBK — April-Mei
  3. Pengumuman SNBT — Mei (2025: 27 Mei)
  4. Daftar ulang — Mei-Juli

Statistik 2025

  • Pendaftar: ±900.000
  • Peserta hadir: ±880.000
  • Diterima: ±280.000 (31%)
  • Gagal: ±600.000 (69%) — harus ambil jalur lain

Jalur Setelah SNBT

1. Jalur Mandiri PTN

  • 20+ PTN membuka jalur mandiri dengan UTBK atau ujian tulis sendiri
  • Biaya: Rp200.000-750.000
  • UKT: kelompok yang sama dengan SNBT

2. PTS (Perguruan Tinggi Swasta)

  • 4.300+ PTS menerima mahasiswa baru
  • KIP Kuliah bisa dipakai
  • Akreditasi A/B lebih diakui

3. Pendidikan Vokasi / D1-D3

  • ±300 program diploma dengan daya tampung besar
  • Keterserapan kerja lebih cepat

4. Kelas Internasional / RPL

  • Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk yang punya pengalaman kerja
  • Kelas internasional dengan kurikulum gabungan

Kontroversi 2025

Polemik Tidak Ada Passing Grade

  • Ratusan mahasiswa protes pada 1 Mei 2025 (Hardiknas)
  • Demo di Kemendiktisaintek
  • Tuntutan: transparansi, audit, dan keringanan UKT

Pernyataan Pejabat

Eduart Wolok (Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB):

“Kita tidak ingin memberikan passing grade karena itu seperti akan menyandera calon peserta.”

Tegar Togar (Sekjen Kemendiktisaintek):

“Jangan putus asa. Masih ada jalur lain.”

Mendikti Brian Yuliarto:

“Saya ucapkan terima kasih atas antusiasme pendaftar. Semoga harapan adik-adik mahasiswa agar MBKM terus ada dan berkelanjutan bisa selalu kami dukung.”


Sub-tes Detail

Penalaran Umum (PU)

  • Soal: gambar, pola, logika deduktif-induktif
  • Tujuan: mengukur kemampuan berpikir logis
  • 30 soal dalam 30 menit

Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)

  • Soal: pengetahuan umum, bahasa Indonesia
  • Tujuan: mengukur pengetahuan luas dan bahasa

Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)

  • Soal: teks panjang, pertanyaan komprehensif
  • Tujuan: mengukur literasi dan penalaran tekstual

Literasi Bahasa Indonesia (LBI)

  • Soal: teks akademis Indonesia, sastra, esai
  • Tujuan: mengukur literasi tingkat tinggi

Literasi Bahasa Inggris (LBE)

  • Soal: teks bahasa Inggris
  • Tujuan: mengukur literasi bahasa Inggris

Penalaran Matematika (PMK)

  • Soal: matematika dasar sampai advanced
  • Topik: aljabar, geometri, statistika, peluang, kalkulus dasar
  • Tujuan: mengukur penalaran kuantitatif

Statistik Sub-tes 2025 (Peserta Lolos)

Sub-tesRata-rata Peserta Lolos
PU65-75%
PPU70-80%
PBM60-70%
LBI60-75%
LBE50-65%
PMK45-60%

Catatan: Batas kelulusan per sub-tes tidak dipublikasikan. Yang penting adalah skor total yang menentukan perangkingan.


Persiapan UTBK-SNBT

9 Bulan Persiapan (Kelas 12)

Jadwal ideal:

  • September-November: fokus rapor (untuk SNBP)
  • Desember-Februari: mulai tryout UTBK
  • Maret-April: intensif UTBK
  • April-Mei: UTBK

Tryout

  • Bimbel: bimbingan belajar privat (Rp5-50 juta)
  • Online tryout: gratis (Zenius, Ruangguru, Brain Academy, dll.)
  • Buku: 21 Hari (Rp150rb), The King (Rp250rb), dll.

Strategi

  1. Pahami format — bukan menghafal, tapi memahami pola
  2. Tryout berkala — setiap 2-4 minggu
  3. Analisis kelemahan — fokus pada sub-tes lemah
  4. Time management — latihan dengan timer
  5. Kesehatan — tidur cukup, olahraga, makan bergizi

Perbandingan dengan Negara Lain

NegaraSistemPenyelengara
IndonesiaUTBK-SNBTSNPMB (pemerintah)
IndiaJEE, NEETNTA (pemerintah)
TiongkokGaokaoKemendidikan
KoreaSuneungKemendidikan
SingapuraA-LevelSEAB
JepangCenter TestJICE

Indonesia adalah satu-satunya negara dengan sistem seleksi bersama yang paling kompleks di ASEAN (5+ juta pendaftar dari SNBP+SNBT+mandiri).


Lihat juga


Referensi

  • SNPMBsnpmb.bppp.id
  • Kemendiktisaintekkemdiktisaintek.go.id
  • PPAPT (Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi)
  • Detik (27/5/2025) — “Tak Ada Passing Grade di SNBT 2025”
  • Bloomberg Technoz (27/5/2025) — “Tidak Ada Passing Grade di UTBK 2025”
  • Okezone (11/4/2025) — “Apakah Ada Passing Grade Tes UTBK SNBT 2025?”
  • Brain Academy — “20 PTN yang Buka Jalur Mandiri dengan Nilai UTBK”
  • Ruangguru — “Apakah Ada Passing Grade di UTBK 2025?”

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.