Sekulerisme

Pemisahan agama dan negara serta pengurangan peran agama di ruang publik—turunan Pencerahan Eropa dan modernisasi Barat.

Print

Sekulerisme adalah paham dan gerakan yang memisahkan agama dan negara, serta mengurangi peran agama di ruang publik. Bukan anti-agama, tetapi netralitas negara terhadap agama. Berbeda dengan ateisme (negatif, menolak Tuhan) — sekulerisme bisa inklusif.

Prinsip

  1. Pemisahan gereja dan negara — tidak ada agama negara
  2. Netralitas negara — tidak mendukung/menekan agama apa pun
  3. Kebebasan religious — negara melindungi (bukan membiayai) agama
  4. Sumber hukum publik — bukan wahyu, melainkan rasional/legal
  5. Akuntabilitas publik — bukan pada “Tuhan” tapi pada warga

Sejarah

WaktuPeristiwa
1648Perdamaian Westphalia — negara-bangsa sekuler
1689Treatise on Civil Government (John Locke)
1789Revolusi Prancis — pemisahan resmi
1791Konstitusi AS — Establishment Clause
1801Konkordat Napoleon-Vatikan
1947India — Nehru dan sekulerisme
1963Pacem in Terris — Gereja Katolik akui HAM dan pluralism

Model

  • Sekulerisme negara (Perancis, Turki) — agama penuh di ruang privat
  • Sekulerisme pluralistis (AS, India) — negara netral, agama publik
  • Sekulerisme lais (Prancis) — ketat, agnostik publik
  • Jepang, Korea Selatan — agama turun drastis
  • Inggris, Denmark — gereja negara tapi tidak dominan

Indeks Sekulerisasi

Menurut Pippa Norris dan Ronald Inglehart (2011):

  • Tinggi: Eropa Barat, Jepang, Korea Selatan, Australia, Kanada
  • Sedang: Amerika Serikat, Amerika Latin
  • Rendah: Amerika Serikat, Arab Saudi, Pakistan
  • Negara sekuler vs agama negara: hanya 15% negara dunia

Faktor

  • Modernisasi — ekonomi industri, urbanisasi
  • Pendidikan — sains, pluralisme
  • Pluralisme — bertemu agama lain
  • Negara kesejahteraan — mengurangi peran agama dalam pelayanan sosial
  • Komodifikasi agama — agama jadi pilihan, bukan keharusan

Kritik

  • “Sekuler = ateis” — tuduhan yang sering dilontarkan
  • Menghilangkan makna — “spiritual emptiness”
  • Rasisme tersembunyi — sekulerisme Eropa kadang hanya “Kristen yang ditinggalkan”
  • “Allahu Akbar” di ruang publik — konflik dengan sekulerisme keras
  • Eropa post-Christian — gereja kosong, tradisi hilang

Modern

  • Resurgence agama di Eropa (Islam, Evangelical)
  • “Religionless Christianity” (Bonhoeffer) — teologi post-sekuler
  • “New Atheism” (Dawkins, Hitchens) — sekuleris keras
  • “Spiritual but not religious” — sinkretis personal

Lihat Juga

Referensi

  • Norris, Pippa, and Ronald Inglehart. 2011. Sacred and Secular: Religion and Politics Worldwide. Cambridge University Press.
  • Berger, Peter L. 1967. The Sacred Canopy. Doubleday.
  • Taylor, Charles. 2007. A Secular Age. Belknap Press.
  • Bruce, Steve. 2002. God is Dead: Secularization in the West. Blackwell.

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.