Deisme (Latin: deus = Tuhan) adalah kepercayaan bahwa Tuhan ada sebagai pencipta alam semesta, tetapi tidak intervensi di dunia setelah penciptaan. Berbeda dari teisme (Tuhan aktif) dan ateisme (tidak ada Tuhan).
Konsep Inti
- Tuhan sebagai “Watchmaker” — menciptakan jam, tidak memutar
- Alam sebagai bukti — desain tanpa campur tangan
- Rasionalitas — wahyu tidak diperlukan, cukup akal
- Hukum alam — Tuhan bekerja lewat hukum, bukan mukjizat
- Etis tapi tidak ritualistik — moral dari akal, bukan kitab
Sejarah
- Abad Klasik — Socrates, Aristoteles, Stoa, Epikuros
- Islam Pertengahan — para filsuf (Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sina) kadang disebut proto-deis
- Pencerahan Eropa (17-18 M) — deisme populer
- Britania Raya — Herbert of Cherbury, Matthew Tindal
- AS Founding Fathers — Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, Thomas Paine
Tokoh Deis
- Thomas Jefferson — “Bible” versi deis (potong semua mukjizat)
- Benjamin Franklin — “When religion is good, it will let me alone”
- Voltaire — Dieu, les rois, et les peuples
- David Hume — deis ragu
- Immanuel Kant — kritik terhadap argumen untuk Tuhan
- Voltaire, Rousseau — kontribusi
Perbedaan dengan Teisme
| Aspek | Deisme | Teisme |
|---|---|---|
| Tuhan | Pencipta | Pencipta + pelindung |
| Mukjizat | Tidak ada | Ada |
| Doa | Tidak efektif | Efektif |
| Wahyu | Tidak ada | Ada |
| Hukum alam | Mutlak | Bisa dilanggar |
| Etika | Rasional | Wahyu + rasional |
Perkembangan
- Deisme Inggris (17 M) — Lord Herbert, John Toland, Matthew Tindal
- Deisme Prancis (18 M) — Voltaire, Rousseau
- Deisme Amerika (18 M) — Founding Fathers
- Deisme modern — Edward Herbert, Coggeshall, Palmer
- Sekulerisme — penerus deisme, negara tanpa Tuhan tapi etis
Kritik
- “God of the gaps” — hanya dipakai untuk yang tidak dijelaskan sains
- Tidak ada bukti langsung — abstrak
- Nilai moral subjektif — tidak ada landasan transenden
- Tidak memuaskan secara spiritual — tidak ada hubungan personal
Lihat Juga
- Monoteisme — Tuhan intervensionis
- Ateisme — tidak ada Tuhan
- Sekulerisme — penerus
- Sejarah Tuhan dan Agama — konteks
Referensi
- Herbert, Edward. 1624. De Veritate.
- Tindal, Matthew. 1730. Christianity as Old as the Creation.
- Paine, Thomas. 1794. The Age of Reason.
- Westfall, Richard. 1958. Science and Religion in Seventeenth-Century England.