Suku Quraisy

Suku dominan di Mekah pada abad ke-7 M, tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Klan bangsawan yang mengelola Ka'bah dan perdagangan Mekah, serta menjadi lawan utama dakwah Islam awal.

Klan Arab yang berkuasa di Mekah — tempat Nabi Muhammad lahir dan menerima pertentangan dakwah dari Bani Hasyim selama 23 tahun.

Print

Suku Quraisy

Suku Quraisy (Arab: قريش, Quraysh) adalah suku bangsawan yang berkuasa di kota Mekah pada abad ke-7 M. Mereka adalah klan Arab yang mengelola Ka’bah, mengorganisir ziarah, dan memonopoli perdagangan di jalur Mekah-Yaman-Suriah.

Suku Quraisy sangat penting dalam sejarah Islam karena Nabi Muhammad berasal dari Bani Hasyim — salah satu klan Quraisy — dan banyak anggota Quraisy awalnya menentang Islam sebelum akhirnya menerimanya pada tahun 630 M saat Fathu Makkah.


Asal-Usul

Suku Quraisy bermarga dari Fihr bin Malik bin An-Nadhr (juga disebut Qusayy bin Kilab sebagai pendiri “Quraisy” sebagai kesatuan politik). Qusayy (skt. 5 M) berhasil menyatukan beberapa kabilah di Mekah dan menjadi pemimpin kota.

Tradisi Islam mencatat bahwa Qusayy menyusun Pakta Mudrikah — perjamuan kabilah-kabilah Quraisy untuk membentuk “Hifzul Fara’id” — tugas bersama mengelola makanan, minuman, dan pemeliharaan Ka’bah.


Struktur Klan

Quraisy terbagi menjadi klan-klan bangsawan (8–10 klan besar), di mana beberapa klan utama:

KlanKeterangan
Bani HasyimKlan Nabi Muhammad — melalui Hasyim (buyut Nabi)
Bani UmayyahKlan Muawiyah dan dinasti Umayyah — berlawanan dengan Bani Hasyim
Bani MakhzumKlan Abu Jahal (Amr bin Hisyam) — pemimpin oposisi Islam
Bani ZuhraKlan Sa’ad bin Abi Waqqas, Khalid bin Walid (semula)
Bani TaimKlan Abu Bakar as-Siddiq
Bani AdiKlan Umar bin Khattab
Bani AsadKlan Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi)
Bani AbduddarKlan yang awalnya memegang bendera perang (Liwa) Quraisy
Bani JumahKlan yang berlawanan dengan Nabi

Peran Ekonomi

Suku Quraisy mendominasi jalur perdagangan:

  • Perdagangan musim dingin ke Yaman (Quraisy 1)
  • Perdagangan musim panas ke Suriah (Quraisy 2 — “Quraisy al-Asyarah”)

Mereka memiliki kafilah dagang besar yang membawa barang dari India dan Yaman ke Suriah, dan mendapatkan untung besar dari setiap ziarah ke Ka’bah.


Peran Agama

Quraisy adalah penjaga Ka’bah dan penyelenggara Haji. Tugas mereka termasuk:

  • Memberi makan peziarah
  • Menyediakan air Zamzam
  • Menjaga keamanan Ka’bah
  • Mengatur musim ziarah (Haji, Umrah)

Hubungan dengan Islam

Periode Penolakan (610–630 M)

Sebagian besar klan Quraisy menolak dakwah Nabi Muhammad. Bani Hasyim (klan Nabi) tetap netral — mereka tidak memeluk Islam sampai Fathu Makkah, tetapi banyak yang melindungi Nabi.

Bani Umayyah dan Bani Makhzum adalah paling keras menentang Islam. Pemimpin oposisi:

  • Abu Jahal (Amr bin Hisyam) — dari Bani Makhzum, terbunuh di Badr (624 M)
  • Abu Sufyan (Sakhr bin Harb) — dari Bani Umayyah, akhirnya masuk Islam
  • Walid bin al-Mughira — dari Bani Makhzum
  • Utbah bin Rabi’ah — dari Bani Abduddar
  • Syaibah bin Rabi’ah — dari Bani Abduddar

Pengepungan Bani Hasyim

Karena Abu Thalib (paman Nabi, kepala Bani Hasyim) melindungi Nabi, semua Bani Hasyim — termasuk yang belum masuk Islamdiboikot oleh Quraisy selama ±3 tahun (615–619 M). Pengepungan ini menyebabkan kelaparan bagi Bani Hasyim.

Fathu Makkah (630 M)

Nabi kembali ke Mekah dengan 10.000 pasukan. Tanpa pertempuran, Mekah menyerah. Nabi memerintahkan:

“Pergilah kalian, kalian semua bebas.”

Sebagian besar Quraisy masuk Islam dalam beberapa hari. Hanya beberapa individu yang dihukum mati karena kejahatan perang (10–15 orang) — beberapa di antaranya dimaafkan.


Keturunan Saat Ini

Keturunan Suku Quraisy masih ada di seluruh Jazirah Arab dan negara lain. Di Mekah, beberapa keluarga bangsawan menyandang gelar “Al-Quraisy” atau “Asy-Syarif” (bangsawan kota). Dalam Islam, keturunan Quraisy dipertahankan untuk kriteria pemilihan khalifah (menurut pandangan Syiah dan beberapa Sunni).


Lihat juga

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.