Hijrah (Arab: هِجْرَة, hijrah = “perpindahan”) adalah perpindahan Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dari Mekah ke Madinah (saat itu bernama Yatsrib) pada tahun 622 M. Peristiwa ini menjadi titik awal Kalender Hijriah (khalifah Umar bin Khattab 638 M) dan dianggap sebagai awal mula negara Islam pertama karena di Madinah Nabi membangun komunitas politik-religius (umat Islam) yang sebelumnya tertindas di Mekah.
Konteks
Mekah Sebelum Hijrah
- Quraisy mendominasi Mekah — kaya dari perdagangan, menjaga Ka’bah
- Nabi Muhammad SAW mulai dakwah 610 M
- 622 M — saat ini: Quraisy makin gencar menganiaya Muslim
- Abu Thalib (paman Nabi) wafat 619 M — perlindungan terakhir hilang
- Tahun Amul Huzn (Tahun Kesedihan): Khadijah (istri) juga wafat
- 620 M: Isra Mi’raj (perjalanan malam ke Yerusalem, naik ke langit)
- 621-622: Baiat Aqabah II — 73 orang Yatsrib bersumpah setia ke Nabi
Yatsrib (Madinah)
- Kota oasis, 320 km utara Mekah
- Penduduk: suku Aws, Khazraj (Arab), dan Yahudi
- Konflik internal antara Aws dan Khazraj
- Saat baiat Aqabah, mereka mengundang Nabi untuk menjadi pemimpin仲裁
Rincian Hijrah (622 M)
Persiapan
- Allah SWT perintah hijrah lewat QS An-Nisa 4:97-100
- Nabi memerintahkan kepindahan bertahap (bukan sekaligus) untuk menghindari deteksi Quraisy
- Para sahabat hijrah dalam kelompok-kelompok kecil
- Abu Bakar — sahabat dekat, tetap tinggal untuk hijrah bersama Nabi
Rute
- 13-23 September 622 M (8 Rabiul Awal 1 H = dimulainya kalender)
- Rute: Gua Tsur (3 hari sembunyi) → Madinah
Kronologi
- Malam pertama: Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur (Gua Saur)
- Quraisy mengejar, hampir menemukan
- “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS At-Taubah 9:40)
- 3 hari 3 malam di gua
- Setelah Quraisy kembali ke Mekah: Nabi dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan
- Rute: selatan, kemudian utara, untuk mengecoh
- 8 Rabiul Awal 1 H (24 September 622 M): tiba di Quba (3 km selatan Madinah)
- Nabi tinggal di Quba 4 hari, membangun Masjid Quba (masjid pertama)
- 12 Rabiul Awal 1 H (28 September): masuk kota Madinah
Penyamaran
- Quraisy memasang hadiah 100 unta untuk kepala Nabi
- Suraqah bin Malik mencoba mengejar, tapi kudanya terperosok (baca: ayat Qur’an turun tentang itu)
- Pemandu jalan: Abdullah bin Abi Bakar (muda, lincah)
- Penyedia makanan: Asma binti Abu Bakar
Sambutan di Madinah
- Penduduk Madinah keluar membawa senjata, bersorak
- Mereka belum tahu siapa yang akan datang
- Penduduk Aws dan Khazraj berselisih tentang siapa yang akan menampung Nabi
- Nabi bersabda: “Biarlah untaku yang menentukan, di mana ia menderum, di situlah aku tinggal.”
- Unta menderum di tanah milik Abu Ayyub al-Anshari (di sana dibangun Masjid Nabawi)
Piagam Madinah
Setelah tiba, Nabi menyusun Piagam Madinah (lihat Piagam Madinah) — semacam konstitusi multi-agama yang mengatur:
- Umat Islam + Yahudi = satu komunitas (ummah)
- Hak dan kewajiban setara
- Tidak ada serangan internal
- Aqabah, Aws, Khazraj = satu
Makna Penting
1. Awal Negara Islam
- Sebelumnya: dakwah personal/klan
- Setelah hijrah: Nabi = kepala negara (pembuat hukum, panglima perang, hakim)
- Lahirnya masyarakat politik Islam
2. Toleransi Beragama
- Piagam Madinah melindungi orang Yahudi, Kristen, Zoroastrian
- Pluralisme sebelum istilah pluralisme ada
3. Solidaritas Lintas Etnis
- Muhajirin (pendatang dari Mekah) dan Anshar (penduduk Madinah) saudara seiman
- Nabi mempersaudarakan satu-satu
- Harta dan kasih dibagi
4. Kalender Hijriah
- 638 M (16 H): Khalifah Umar menetapkan Hijrah sebagai tahun 1 Kalender Hijriah
- Alasannya: hijrah adalah peristiwa definitif yang menandai perubahan (lihat Kalender Hijriah)
5. Inspirasi Global
- Kata “hijrah” dalam bahasa Indonesia = “berpindah” (bisa agama, daerah, profesi)
- Menjadi simbol perjuangan menegakkan kebenaran
- Hari Raya Hijriah (Awal Muharram) = hari libur nasional di Indonesia
Dampak Historis
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Kekuasaan | Umat Islam berdaulat (bukan tertindas) |
| Militer | Pertempuran Badr 624 M — kemenangan pertama |
| Diplomasi | Piagam Madinah, hubungan dengan Kristen, Yahudi |
| Sosial | Solidaritas Muhajirin-Anshar |
| Spiritual | Perubahan qiblat dari Yerusalem ke Ka’bah (16-17 bulan setelah hijrah) |
| Kalender | Kalender Hijriah dimulai |
| Geopolitik | Quraisy kehilangan monopoli, Mekah tunduk 630 M |
Tanggal-Tanggal Penting Hijrah
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 13 Rabiul Awal 1 H | Nabi & Abu Bakar di Gua Tsur |
| 16 Rabiul Awal 1 H | Tinggal di Quba |
| 8/12 Rabiul Awal 1 H | Tiba di Madinah |
| 1-7 Hijriah | Pembangunan Masjid Nabawi, Piagam Madinah |
| 2 H | Qiblat berpindah ke Ka’bah |
| 2 H | Puasa Ramadan wajib |
| 3 H | Pertempuran Uhud (kekalahan) |
| 6 H | Perang Khandaq (parit) |
| 8 H | Pembebasan Mekah |
| 10 H | Haji Wada’ (haji perpisahan) |
| 11 H | Nabi wafat |
Sumber
- Al-Quran — QS Al-Baqarah 2:218; QS An-Nisa 4:100; QS At-Taubah 9:40
- Hadits — Shahih Bukhari, Muslim
- Sirah Ibn Hisham — biografi Nabi paling otoritatif
- Al-Waqidi (130-207 H) — Kitab al-Maghazi
Lihat Juga
- Nabi Muhammad SAW — figur utama
- Madinah — kota tujuan
- Piagam Madinah — konstitusi
- Isra Mi’raj — peristiwa sebelumnya
- Pertempuran Badr — peristiwa setelahnya
- Kalender Hijriah — kalender
- Khulafaur Rasyidin — penerus
Referensi
- Ibn Hisham. 2003. Al-Sirah al-Nabawiyyah. Beirut: Dar al-Ma’rifah.
- Watt, W. Montgomery. 1961. Muhammad: Prophet and Statesman. Oxford University Press.
- Hamid, Agus Abdul. 2014. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
- Armstrong, Karen. 1992. Muhammad: A Biography of the Prophet. San Francisco: HarperOne.
- Haykal, Muhammad Husayn. 1935. The Life of Muhammad. Cairo: Maktabat al-Nahdah.