Suku dominan di Mekah pada abad ke-7 M, tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Klan bangsawan yang mengelola Ka'bah dan perdagangan Mekah, serta menjadi lawan utama dakwah Islam awal.
Suku Quraisy (Arab: قريش, Quraysh) adalah suku bangsawan yang berkuasa di kota Mekah pada abad ke-7 M. Mereka adalah klan Arab yang mengelola Ka’bah, mengorganisir ziarah, dan memonopoli perdagangan di jalur Mekah-Yaman-Suriah.
Suku Quraisy sangat penting dalam sejarah Islam karena Nabi Muhammad berasal dari Bani Hasyim — salah satu klan Quraisy — dan banyak anggota Quraisy awalnya menentang Islam sebelum akhirnya menerimanya pada tahun 630 M saat Fathu Makkah.
Suku Quraisy bermarga dari Fihr bin Malik bin An-Nadhr (juga disebut Qusayy bin Kilab sebagai pendiri “Quraisy” sebagai kesatuan politik). Qusayy (skt. 5 M) berhasil menyatukan beberapa kabilah di Mekah dan menjadi pemimpin kota.
Tradisi Islam mencatat bahwa Qusayy menyusun Pakta Mudrikah — perjamuan kabilah-kabilah Quraisy untuk membentuk “Hifzul Fara’id” — tugas bersama mengelola makanan, minuman, dan pemeliharaan Ka’bah.
Quraisy terbagi menjadi klan-klan bangsawan (8–10 klan besar), di mana beberapa klan utama:
| Klan | Keterangan |
|---|---|
| Bani Hasyim | Klan Nabi Muhammad — melalui Hasyim (buyut Nabi) |
| Bani Umayyah | Klan Muawiyah dan dinasti Umayyah — berlawanan dengan Bani Hasyim |
| Bani Makhzum | Klan Abu Jahal (Amr bin Hisyam) — pemimpin oposisi Islam |
| Bani Zuhra | Klan Sa’ad bin Abi Waqqas, Khalid bin Walid (semula) |
| Bani Taim | Klan Abu Bakar as-Siddiq |
| Bani Adi | Klan Umar bin Khattab |
| Bani Asad | Klan Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) |
| Bani Abduddar | Klan yang awalnya memegang bendera perang (Liwa) Quraisy |
| Bani Jumah | Klan yang berlawanan dengan Nabi |
Suku Quraisy mendominasi jalur perdagangan:
Mereka memiliki kafilah dagang besar yang membawa barang dari India dan Yaman ke Suriah, dan mendapatkan untung besar dari setiap ziarah ke Ka’bah.
Quraisy adalah penjaga Ka’bah dan penyelenggara Haji. Tugas mereka termasuk:
Sebagian besar klan Quraisy menolak dakwah Nabi Muhammad. Bani Hasyim (klan Nabi) tetap netral — mereka tidak memeluk Islam sampai Fathu Makkah, tetapi banyak yang melindungi Nabi.
Bani Umayyah dan Bani Makhzum adalah paling keras menentang Islam. Pemimpin oposisi:
Karena Abu Thalib (paman Nabi, kepala Bani Hasyim) melindungi Nabi, semua Bani Hasyim — termasuk yang belum masuk Islam — diboikot oleh Quraisy selama ±3 tahun (615–619 M). Pengepungan ini menyebabkan kelaparan bagi Bani Hasyim.
Nabi kembali ke Mekah dengan 10.000 pasukan. Tanpa pertempuran, Mekah menyerah. Nabi memerintahkan:
“Pergilah kalian, kalian semua bebas.”
Sebagian besar Quraisy masuk Islam dalam beberapa hari. Hanya beberapa individu yang dihukum mati karena kejahatan perang (10–15 orang) — beberapa di antaranya dimaafkan.
Keturunan Suku Quraisy masih ada di seluruh Jazirah Arab dan negara lain. Di Mekah, beberapa keluarga bangsawan menyandang gelar “Al-Quraisy” atau “Asy-Syarif” (bangsawan kota). Dalam Islam, keturunan Quraisy dipertahankan untuk kriteria pemilihan khalifah (menurut pandangan Syiah dan beberapa Sunni).