Mekah

Kota suci Islam di Jazirah Arab, tempat kelahiran Nabi Muhammad dan turunnya wahyu Al-Quran. Rumah bagi Masjid al-Haram dan Ka'bah — kiblat umat Islam sedunia.

Kota paling suci dalam Islam — lokasi Ka'bah dan Masjid al-Haram, tempat turun wahyu pertama, tujuan ibadah Haji, dan pusat spiritual lebih dari 1,9 miliar Muslim sedunia.

Print

Mekah

Mekah (Arab: مَكَّة, Makkah) adalah kota paling suci dalam agama Islam, terletak di barat Arab Saudi (±80 km dari Laut Merah) di sebuah lembah kering yang dikelilingi bukit-bukit. Kota ini adalah rumah bagi Masjid al-Haram dan Ka’bah — kiblat shalat seluruh umat Islam sedunia.


Geografi

Mekah terletak di lembah yang dikelilingi bukit (wadi) — tempat ini secara tradisional tidak subur, dengan suhu ekstrem (±40°C di musim panas). Lokasinya di jalur perdagangan antara Yaman (Arab selatan) dan Suriah (Levant) menjadikannya persinggahan kafilah dagang yang penting.


Sejarah Prasejarah

Menurut tradisi Islam, Mekah didirikan oleh Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya Ismail (Ishmael) — sebagai tempat beribadah kepada Allah. Putra-putra Ismail menjadi leluhur Suku Quraisy yang berkuasa di Mekah selama masa Nabi Muhammad.


Masa Pra-Islam (Jahiliyyah)

Sebelum Islam, Mekah adalah:

  • Pusat ziarah pagan — Ka’bah penuh dengan ±360 berhala, termasuk dewa-dewa seperti Hubal (dewa utama), al-Lata, al-Uzza, dan Manat
  • Kota perdagangan — beberapa klan Quraisy (terutama Hasyim dan Umayyah) menjadi pedagang kaya
  • Kota suci regional — dikunjungi oleh berbagai kabilah Arab untuk berziarah ke Ka’bah
  • Sumur Zamzam — sumur legendaris yang diaktifkan kembali oleh Abdul Muthalib (kakek Muhammad)

Mekah dalam Islam

610 M — Wahyu Pertama

Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira di Jabal Nur (±3 km dari Mekah), menandai turunnya Al-Quran dan dimulainya periode kenabian.

613–622 M — Dakwah di Mekah

Nabi berdakwah di Mekah selama 13 tahun. Penganiayaan Quraisy memuncak — banyak pengikut awal Islam mengungsi ke Habasyah (Ethiopia).

624 M — Qiblat Berubah ke Ka’bah

Wahyu Al-Quran mengubah qiblat dari Masjid al-Aqsa (Yerusalem) ke Ka’bah di Mekah — mengukuhkan Mekah sebagai kiblat abadi Islam.

622 M — Hijrah ke Madinah

Nabi dan pengikutnya meninggalkan Mekah menuju Yastrib (Madinah) — Hijrah menjadi titik tahun 1 Kalender Hijriah.

630 M — Fathu Makkah (Pembebasan)

Nabi kembali ke Mekah dengan 10.000 pasukan. Kota menyerah tanpa pertumpahan darah, dan Nabi memerintahkan penghancuran 360 berhala di Ka’bah. Ka’bah kembali ke monoteisme murni Nabi Ibrahim.

Pidato pembebasan:

“Pergilah kalian, kalian semua bebas. Tidak ada pertobatan yang dituduhkan kepada kalian hari ini.”

Hari Ini

Mekah saat ini menjadi tujuan ±2–3 juta peziarah setiap tahun selama Haji, dan ±20 juta umat Islam sepanjang tahun. Masjid al-Haram telah diperluas beberapa kali dan kini mampu menampung ±900.000 orang dalam satu waktu.

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.