MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)
MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) adalah program reformasi pendidikan tinggi Indonesia yang dicanangkan pada 24 Januari 2020 oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim. Program ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi hingga 3 semester (dari total 8 semester S1), dan 6 program utama yang terdaftar resmi. MBKM berakhir secara resmi pada Mei 2025 ketika diganti oleh Diktisaintek Berdampak.
Latar Belakang
24 Januari 2020
Mendikbudristek Nadiem Makarim — melalui Permendikbud No. 3/2020 — mengumumkan Kebijakan Merdeka Belajar sebagai program unggulan Kabinet Indonesia Maju (Jokowi-Ma’ruf Amin). Salah satu pilar utama adalah MBKM untuk pendidikan tinggi.
Tujuan
- Mempercepat lulusan yang terampil dan relevan dengan industri
- Mengurangi mismatch antara lulusan dan kebutuhan kerja
- Memperkuat soft skills dan hard skills
- Meningkatkan employability lulusan
- Memperkuat kolaborasi kampus-industri-pemerintah
Filosofi
Nadiem Makarim: “Perguruan tinggi harus membuka diri — mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tapi di dunia nyata.”
6 Program Utama
1. Kampus Mengajar
- Mahasiswa mengajar di sekolah sasaran (SD/SMP/SMA)
- Bidang: literasi, numerasi, STEM
- Penerima: setiap tahun ajaran baru
- Dampak: 89% Kepala Sekolah setuju program ini meningkatkan motivasi siswa
2. MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat)
- Magang di industri multinasional/UMKM
- Studi independen di startup/organisasi internasional
- Kompetensi: teknis + soft skills
- Dampak: 36% peserta dari keluarga kurang mampu, 57,64% orang tua tidak pernah kuliah
3. PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka)
- Pertukaran mahasiswa antar pulau
- Bidang: budaya, sosial, riset
- Tujuan: pemerataan akses dan koneksi nasional
4. IISMA (International Student Mobility Award)
- Pertukaran ke universitas luar negeri
- Top partner: AS, Australia, Eropa, Asia
- Sangat kompetitif
5. Praktisi Mengajar
- Profesional (industri, startup, NGO) mengajar di kampus
- Fresh perspective untuk mahasiswa
- Jangka pendek (1 semester)
6. Wirausaha Merdeka
- Inkubasi bisnis mahasiswa
- Mentoring dari praktisi
- Modal awal (bagi yang lulus seleksi)
Statistik Pencapaian
Tahun 2020-2024
| Tahun | Penerima |
|---|---|
| 2020 | 2.390 |
| 2021 | ±50.000 |
| 2022 | ±150.000 |
| 2023 | 324.871 |
| 2024 | 404.155 (kumulatif) |
Dampak 2024 (Survey Kemendikbudristek)
- 760.000+ mahasiswa per tahun (kumulatif 2020-2024)
- 30.253 praktisi berpartisipasi
- 95 PTN/PTS menjadi mitra
Peningkatan Kompetensi
- Manajemen diri (92% peserta melaporkan peningkatan)
- Komunikasi interpersonal (88%)
- Kepemimpinan (85%)
- Kepercayaan diri (90%)
Struktur Kebijakan
Permendikbud No. 3/2020
- Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek
- Dasar hukum MBKM
- SKS fleksibel: max 40 SKS per semester (sebelumnya 20-22 SKS)
Permendikbud No. 4/2020
- Perguruan tinggi bisa menyelenggarakan MBKM secara mandiri
- Pengakuan SKS dari pengalaman kerja, pelatihan, dll.
Panduan Implementasi 2024
- Buku Panduan MBKM 2024 — pedoman lengkap
- Sistem informasi (https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id)
- Tim Pusat Kampus Merdeka (PPKM) — Gugup Kismono
Perbedaan dari Sistem Tradisional
Sebelum MBKM
- 8 semester S1 penuh di kelas
- 20-22 SKS per semester (kurang lebih)
- Kurikulum kaku — tidak bisa lintas prodi
- Pengalaman dunia kerja minim
Dengan MBKM
- Maks 3 semester di luar prodi (bisa di industri, kampus lain, dsb.)
- Maks 40 SKS per semester (fleksibel)
- Kurikulum fleksibel — mahasiswa bisa ambil lintas prodi
- Pengalaman dunia kerja lebih dari sekadar magang
Evaluasi 2025
Kritik (oleh Kemendiktisaintek, Mei 2025)
Tegar Togar (Sekjen Kemendiktisaintek):
“Eksposur ke dunia industri memang sudah bagus, tetapi masih banyak yang kurang relevan. Juga ada isu pendanaan dan pengawasan.”
Temuan evaluasi:
- Tidak relevan dengan capaian pembelajaran (banyak program)
- Berbiaya tinggi tanpa hasil proporsional
- Pengawasan lemah — banyak yang tidak tercatat
- Magang internasional sangat mahal
Positif
- Akses lebih luas untuk mahasiswa
- Pengalaman lebih dari sekadar magang
- Koneksi industri lebih kuat
- Kompetensi meningkat (sesuai survey)
Pengganti: Diktisaintek Berdampak
2 Mei 2025 — Mendikti Brian Yuliarto secara resmi mengganti MBKM dengan Diktisaintek Berdampak — yang fokus pada dampak untuk masyarakat, bukan hanya pengalaman mahasiswa.
KIP Kuliah dan MBKM
Hubungan langsung:
- Mahasiswa KIP Kuliah bisa mengikuti MBKM
- Tidak ada batasan — justru didorong
- Bantuan untuk magang/studi independen di luar kampus
Capaian Spesifik per Program
Kampus Mengajar
- Angkatan 2024: ±6.000 mahasiswa
- Angkatan 2025: ±6.500 mahasiswa
- Dampak: 89% Kepala Sekolah setuju dengan kontribusi
MSIB
- 36% peserta dari keluarga miskin
- 57,64% orang tua tidak pernah kuliah
- Tawaran kerja dari mitra magang bagi banyak alumni
PMM
- 16 pulau prioritas
- Tujuan: pemerataan akses
- Koneksi antarbudaya
IISMA
- ±500 mahasiswa per tahun
- Top partner: US, Australia, Inggris, Belanda, Korea
- Beasiswa penuh (termasuk living cost)
Praktisi Mengajar
- ±1.000 praktisi per tahun
- Bidang: teknologi, bisnis, komunikasi, hukum
- Fresh perspective untuk mahasiswa
Wirausaha Merdeka
- ±500 tim per tahun
- Bantuan modal Rp5-50 juta per tim
- Inkubasi 3-6 bulan
Lihat juga
- Pendidikan Tinggi di Indonesia — konteks lengkap
- Diktisaintek Berdampak — penerus
- UKT — polemik 2025
- KIP Kuliah — beasiswa
- UTBK-SNBT — seleksi masuk
- PTN-BH — 23 PTN otonom
- Universitas Indonesia — top 206
- Institut Teknologi Bandung — top 256
Referensi
- Kemendikbudristek — kampusmerdeka.kemdikbud.go.id
- Vokasi Kemendikdasmen — 760 Ribu Mahasiswa MBKM
- Buku Panduan MBKM 2024 — Universitas Airlangga (PDF)
- Mutiara Jurnal Ilmiah (Cahya Adrevi dkk, 2025) — Evaluasi MBKM
- Detik — “Kampus Berdampak Resmi Gantikan Kampus Merdeka”
- Tempo — “Kementerian Pendidikan Tinggi Ganti Kampus Merdeka”
- Sekampus — “Program Kampus Berdampak”
- Permendikbud No. 3/2020 — dasar hukum
- Kemendikbudristek (29/7/2024) — “Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Tetap Berjalan”