Perang Shiffin

Pertempuran antara pasukan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan tahun 657 M di Sungai Shiffin—penentu berdirinya Dinasti Umayyah.

Print

Perang Shiffin (Arab: مَعْرَكَة صِفِّين) adalah pertempuran antara pasukan Ali bin Abi Thalib (khalifah keempat, dari Madinah) dan Muawiyah bin Abi Sufyan (gubernur Suriah) pada Juli 657 M (37 H) di Sungai Shiffin (Sungai Eufrat, dekat Raqqah, Suriah saat ini). Perang ini tidak punya pemenang jelas dan berakhir dengan arbitrase (tahkim) yang justru memperkeruh perpecahan umat Islam. Menjadi titik balik berdirinya Dinasti Umayyah (661 M).

Latar Belakang

Setelah Utsman bin Affan

  • Khalifah Utsman (644-656 M) dibunuh oleh pemberontak (656 M)
  • Ali bin Abi Thalib (sepupu dan menantu Nabi) menjadi khalifah ke-4
  • Sebagian sahabat senior enggan membaiat (Talha, Zubair — keduanya terbunuh di Pertempuran Jamal 656 M)

Muawiyah vs Ali

  • Muawiyah bin Abi Sufyan — gubernur Suriah, sepupu Utsman
  • Menuntut qishash (hukuman) untuk pembunuh Utsman
  • Ali ragu menuntut qishash (banyak pemberontak dari kaum Muslimin)
  • Hubungan memanas, menyebar ke konflik politik

Bani Umayyah vs Bani Hasyim

  • Bani Umayyah (klan Muawiyah) = kelas atas Quraisy
  • Bani Hasyim (klan Ali, nabi) = pemimpin spiritual
  • Bentrokan dua faksi sudah ada sejak masa Nabi

Ringkasan Perang

Pra-Pertempuran

  • Juni 657 M: Ali membawa 80.000 pasukan dari Kufah (Irak) ke utara
  • Muawiyah membawa 85.000 pasukan dari Suriah
  • Lokasi: Dataran di sekitar Sungai Eufrat, dekat Raqqah (Suriah)
  • Awal: Ali menduduki sungai, pas Muawiyah kehausan
  • Muawiyah minta gencatan senjata, Ali menolak

Pertempuran (Juli 657 M)

  • 3 hari pertempuran berdarah (ada yang bilang 7 hari)
  • Ratusan ribu pasukan terlibat
  • Korban: 25.000-70.000 (sumber berbeda, kemungkinan 40.000-50.000)
  • Pasukan Muawiyah mulai terdesak di hari ke-3

Perang Tipu Muslihat: Daq al-Qutayyirun

  • Amr bin Ash (jenderal Muawiyah) meletakkan mushaf Al-Quran di ujung tombak
  • Teriakan “Ya Ahl al-Quran!” (Wahai Ahlul Quran!)
  • Seruan untuk arbitrase lewat Al-Quran, bukan pertempuran
  • Strategi: mendatangkan wasit untuk menengahi

Arbitrase (Tahkim)

  • Ali awalnya menolak, tapi banyak tentaranya mendesak arbitrase
  • Pasukan yang mendukung arbitrase: Qurraniyyun (pembaca Al-Quran)
  • Khemar bin Abil Anshar (kepala pengawal Ali) memaksakan, melepas tutup kepala (khemar) Ali, berteriak “Ya Dawud! Jadikanlah keputusan itu keputusan!” — dan rakyat menyebutnya “khawarij” setelah itu
  • Wasiat: kedua belah pihak menerima keputusan wasit

Wasit

  • Ali: pilih Abu Musa al-Asy’ari (bekas gubernur Kufah)
  • Muawiyah: pilih Amr bin Ash (jenderalnya)
  • Pertemuan di Adzruh (Maret 658 M) atau Daumat al-Jandal (Bulan Jumadil Akhir 37 H)

Keputusan Tahkim

  • Amr bin Ash (lebih cerdik) menyalahgunakan Abu Musa
  • Abu Musa meletakkan jabatan Ali (turun tangan)
  • Amr mengesahkan Muawiyah sebagai khalifah, tanpa melepas Ali
  • Hasil: status quo, bukan penyelesaian

Khawarij

  • Pihak yang menentang arbitrase menjadi Khawarij (golongan yang keluar)
  • Ekstremis, melawan Ali, lalu Muawiyah
  • 659 M: Ali menghancurkan mereka di Pertempuran Nahrawan
  • Tapi 661 M: Khawarij membunuh Ali di Kufah (saat shalat subuh)

Dampak

1. Perpecahan Umat

  • Khawarij (ekstremis pro-Ali, anti-arbitrase)
  • Syiah (pendukung Ali, mengakui Ali sebagai penerus Nabi)
  • Sunni (mayoritas, mendukung Muawiyah)
  • Perpecahan ini berlanjut 1.400 tahun hingga kini

2. Lahirnya Dinasti Umayyah

  • 661 M: Ali dibunuh Khawarij
  • Hasan (putra Ali) membaiat Muawiyah untuk hindari pertumpahan darah
  • Muawiyah menjadi khalifah → Dinasti Umayyah (661-750 M)
  • Ibukota pindah dari Madinah ke Damaskus

3. Berakhirnya Khulafaur Rasyidin

  • Khulafaur Rasyidin (632-661 M) berakhir dengan damai setelah Ali
  • 4 khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) = periode ideal
  • Sesudahnya: monarki (Umayyah, Abbasiyah, dll.)

4. Konsep Syiah Muncul

  • Kekecewaan pendukung Ali = cikal bakal Syiah
  • Ali bin Abi Thalib dianggap imam pertama
  • Imam Syiah ke-12 (Muhammad al-Mahdi) = yang akan kembali di akhir zaman (mazhab Syiah)
  • Syi’ah bermakna “golongan/partisan” (Syiah Ali)

5. Kisah Tragis Umat

  • Perang saudara pertama dalam Islam
  • Hadits Nabi tentang fitnah pecah belah menjadi kenyataan
  • “Umatku akan terpecah belah atas 73 golongan” (hadits shahih, Tirmidzi)

Tokoh Utama

NamaPihakPeran
Ali bin Abi ThalibAliKhalifah, kandidat khalifah ke-5
Muawiyah bin Abi SufyanMuawiyahGubernur Suriah, pendiri Umayyah
Amr bin AshMuawiyahJenderal, penipu arbitrase
Abu Musa al-Asy’ariNetral (wasit Ali)Bekas gubernur
Ashim bin AmrAliKomandan
Khaula binti AzarAliPejuang perempuan
Sa’sa’ah bin SuhanMuawiyahPenipu Daq al-Qutayyirun
Bustiyanus (pendeta Kristen)NetralMediator gencatan senjata

Kronologi Singkat

TanggalPeristiwa
656 MUtsman wafat, Ali dibaiat
656 MPertempuran Jamal — Ali vs Talha-Zubair-Aisyah
657 MPerang Shiffin — Ali vs Muawiyah
657 MDaq al-Qutayyirun — perisai Al-Quran
657-658 MTahkim — arbitrase Adzruh
659 MPertempuran Nahrawan — Ali vs Khawarij
661 MAli wafat, dibunuh Khawarij
661 MHasan membaiat Muawiyah
661-680 MMuawiyah khalifah

Pelajaran

  1. Perpecahan politik bisa berakibat persaudaraan Islam terkoyak
  2. Dialog (arbitrase) bisa lebih baik dari perang
  3. Kepemimpinan yang kuat = syarat stabilitas
  4. Politik dinasti dimulai dengan Muawiyah (melalui anaknya Yazid)

Lihat Juga

Referensi

  • Ibn Kathir. 2000. Al-Bidayah wa al-Nihayah. Beirut: Dar Ihya al-Turath.
  • Tabari, Muhammad ibn Jarir. 1985-2007. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Leiden: Brill.
  • Watt, W. Montgomery. 1961. Muhammad: Prophet and Statesman. Oxford.
  • Madelung, Wilferd. 1997. The Succession to Muhammad. Cambridge University Press.
  • Hitti, Philip K. 2002. History of the Arabs. London: Palgrave Macmillan.
  • Asiri, Mahmud Ali. 2005. Al-Tahkim fi al-Islam. Riyadh: Dar al-Watan.

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.