Kalender Hijriah

Sistem penanggalan lunar Islam yang dimulai dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Saat ini digunakan oleh lebih dari 1,9 miliar Muslim di seluruh dunia.

Kalender Islam lunar yang dipakai secara global — terdiri dari 12 bulan (354/355 hari per tahun), dimulai dari Hijrah 622 M, dan menjadi acuan ibadah Haji, Ramadhan, dan hari raya Islam.

Print

Kalender Hijriah

Kalender Hijriah (Arab: التقويم الهجري, at-Taqwīm al-Hijrī) adalah sistem penanggalan lunar (berdasarkan bulan) yang digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia untuk tanggal-tanggal ibadah dan tahun administrasi di banyak negara Muslim. Kalender ini dimulai dari tahun Hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah pada 16 Juli 622 M.

Berbeda dengan kalender Masehi (solar), kalender Hijriah adalah lunar murni — hanya 354 atau 355 hari per tahun — yang berarti bulan Ramadhan dan tanggal Haji berputar melintasi musim setiap tahun.


Pendirian

Masalah Tanpa Kalender

Sebelum kalender Hijriah diterapkan (±638 M), umat Islam tidak memiliki sistem penanggalan yang seragam. Mereka menggunakan kalender Masehi (penanggalan Romawi) atau bahkan tanggal-tanggal peristiswa (seperti “tahun Penaklukan Makkah”). Ini menyulitkan untuk korespondensi, administrasi, dan perencanaan ibadah.

Usul Abu Musa al-Asy’ari

Abu Musa al-Asy’ari, gubernur Basrah, menulis surat kepada Umar bin Khattab yang berbunyi:

“Surat-surat dan perintah yang datang kepada kami tidak memiliki tanggal — orang tidak tahu apakah mereka merujuk tahun yang lalu atau tahun ini.”

Umar melakukan musyawarah dengan para sahabat senior. Ada beberapa alternatif:

  1. Tahun kelahiran Nabi — beberapa sahabat setuju
  2. Tahun turunnya wahyu — beberapa sahabat setuju
  3. Tahun wafatnya Nabi — beberapa sahabat setuju
  4. Tahun Hijrah — yang akhirnya dipilih

Alasan Umar Memilih Hijrah

“Saya mengusulkan kalender yang dimulai dari tahun Hijrah Nabi, karena Hijrah memisahkan antara yang benar dan yang bathil.”

Umar memilih Hijrah karena:

  • Momen paling jelas yang memisahkan zaman Jahiliyyah (masa kebodohan) dan zaman Islam
  • Momen paling relevan untuk peradaban Islam yang baru
  • Bisa digunakan untuk menghitung ke belakang (karena ada peristiwa sebelumnya yang terdokumentasi)

Struktur

12 Bulan Lunar

#BulanPanjangKeterangan
1Muharram30 hariBulan Haram (pertempuran dilarang)
2Safar29 hari
3Rabiul Awal30 hariBulan lahir Nabi
4Rabiul Akhir29 hari
5Jumadil Awal30 hari
6Jumadil Akhir29 hari
7Rajab30 hariBulan Haram
8Sya’ban29 hariBulan persiapan Ramadhan
9Ramadhan30 hariBulan Puasa — Al-Quran turun
10Syawwal29 hariBulan Idul Fitri
11Dzulqaidah30 hariBulan Haram
12Dzulhijjah29-30 hariBulan Haji

Total: 354 hari (tahun biasa) atau 355 hari (tahun kabisat).

Tahun Kabisat

Tidak seperti kalender Masehi (yang kabisat setiap 4 tahun), kalender Hijriah menggunakan siklus 30 tahun dengan 11 tahun kabisat (tahun ke-2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 29). Ini memberikan rata-rata 354,366 hari per tahun — sangat dekat dengan siklus lunar (354,367 hari).


Perbedaan dengan Kalender Masehi

AspekKalender HijriahKalender Masehi
DasarLunar (bulan)Solar (matahari)
Panjang tahun354/355 hari365/366 hari
Jumlah tahun1447 H (2025/2026 M)2025/2026 M
Bergeser 10-11 hariYa (relatif terhadap musim)Tidak
Tahun nol622 M (Hijrah)1 M (kelahiran Isa, secara kalender)

Hari-Hari Besar dalam Islam

Tanggal HijriahPerayaan
1 MuharramTahun Baru Islam
10 MuharramAsyura — hari Musa diselamatkan dari Firaun
12 Rabiul AwalMaulid Nabi — hari lahir Nabi Muhammad
27 RajabIsra Mi’raj — perjalanan malam Nabi
Ramadhan (keseluruhan)Bulan Puasa — turunnya Al-Quran
17 RamadhanNuzulul Quran — wahyu pertama (menurut tradisi)
1 SyawwalIdul Fitri — hari raya setelah Ramadhan
9 DzulhijjahHari Arafah — wukuf
10 DzulhijjahIdul Adha — Hari Raya Haji

Penggunaan Modern

  • Haji, Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adhawajib menggunakan kalender Hijriah
  • Saudi Arabiasatu-satunya negara yang menggunakan kalender Hijriah sebagai kalender resmi untuk administrasi (sejak 2016 lalu sebagian menggunakan Masehi)
  • Iran, Afghanistan — secara resmi menggunakan kalender Solar Hijriah (bukan lunar), yang lebih stabil untuk pertanian
  • Indonesia, negara lain — menggunakan kalender Hijriah sebagai kalender ibadah, dan kalender Masehi untuk administrasi

Lihat juga

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.