Mahavira (Sanskerta: “Pahlawan Besar”; nama lahir Vardhamana, ±599–527 SM) adalah Tirthankara ke-24 dan pendiri (atau re-founder) Jainisme. Kontemporer dengan Siddhartha Gautama di India. Ajaran utamanya: ahimsa (non-kekerasan) yang sangat ketat.
Biografi
Kelahiran & Keluarga
- Lahir: ±599 SM di Kundagrama (Bihar, India)
- Kasta: Ksatria (ksatriya) dari klan Jnatrika
- Ayah: Siddhartha (kepala suku)
- Ibu: Trisala, adik raja Bimbisara
- Istri: Yasoda, putri: Anojja (atau Priyadarsana)
Masa Muda
- ±30 tahun hidup normal
- Nikah, anak, kehidupan duniawi
- Merasa tidak puas, ingin pembebasan
Pencarian
- ±568 SM (usia 30): meninggalkan keluarga
- 12 tahun pertapaan — bertapa keras
- Cabul Keerier (Kaya) — menggantungkan dirinya di dahan, tanpa makanan
- Akar, daun, kulit pohon — makanan
- Sampah, mayat — tempat tinggal
- Tanpa busana (ciri Digambara) — menolak sandang
- Siksaan tubuh — bahkan lebih keras dari Buddha
- Tergerus oleh manusia biasa — pernah dipukuli, diludahi, dituduh penipu
Pencerahan
- ±558 SM (usia 42) — Kevala Jnana (pengetahuan mutlak) di bawah pohon Sala di Rijupalika
- Menjadi Jina (yang menang) atau Mahavira (pahlawan besar)
- Tirthankara ke-24 — yang terakhir dan saat ini
Pengajaran
- ±558–527 SM (30 tahun) — mengajar
- Pengikut: 11 Ganadhara (kepala murid)
- Membangun komunitas pertama
- Moksha (pembebasan) di Pavapuri (±527 SM) — wafat, Nirvana
Ajaran Inti
Lima Sumpah (Anuvrata)
- Ahimsa (non-kekerasan) — termasuk pikiran, kata, perbuatan
- Satya (kebenaran)
- Asteya (tidak mencuri)
- Aparigraha (tidak melekat)
- Brahmacharya (menjaga kesucian) — terutama untuk biksu
5 Jenis Kekerasan (Himsa)
- Terang-terangan — disengaja
- Tidak terang-terangan — tidak disengaja
- Untuk melindungi diri
- Untuk melindungi orang lain
- Karena ketidaktahuan
Bahkan mencabut tanaman bisa menjadi kekerasan (ada kehidupan). Plankton, bakteri, virus juga dilindungi.
Tujuh Prinsip
- Jiva (jiwa) — hidup
- Ajiva (non-jiwa) — materi
- Asrava (aliran karma masuk)
- Bandha (ikatan karma)
- Samvara (blokir aliran)
- Nirjara (lepaskan karma)
- Moksha (pembebasan)
Anekantavada — Pluralisme Kebenaran
- Tidak ada sudut pandang tunggal yang lengkap
- Banyak perspektif, masing-masing sebagian benar
- “Syair tujuh kebenaran” — 7 sudut pandang tentang realitas
Syadavada — Mungkin
- Mungkin begini
- Mungkin begitu
- Mungkin keduanya
- Mungkin tidak keduanya
- Mungkin dengan syarat
- Mungkin tanpa syarat
- Mungkin ya, mungkin tidak
Komunitas & Pewaris
Mazhab
- Digambara (tertua) — “terpakai udara”, tanpa busana
- Svetambara (kemudian) — berpakaian putih
- Perpecahan: sekitar 1.000 M, mungkin setelah Vikramaditya
Komunitas
- ±4-5 juta pemeluk (kebanyakan di India)
- Daerah: Gujarat, Rajasthan, Maharashtra, Karnataka
- Kuil terkenal: Dilwara (Rajasthan), Ranakpur, Palitana
Tokoh Terkenal
- Bhadrabahu (4 SM) — pemimpin Digambara
- Mahagiri (8 M) — pengarang Jain klasik
- Abhinavagupta (10 M) — filsuf Kashmir, Jain
- Kundakunda (1 M) — Samayasara, filsafat kuno
- Hemu (16 M) — kaisar singkat dari India, Jain
- Jawaharlal Nehru — pemimpin India, bukan Jain, tapi dekat
Pengaruh & Kontribusi
India
- Ahimsa Mahatma Gandhi — dipengaruhi Jain
- Vegetarianisme India — dipengaruhi Jain (terutama Gujarat)
- Non-kekerasan — prinsip Jain paling ketat, model gerakan damai
Budaya
- Tirth Yatra — ziarah ke 5 gunung suci
- Paryushana — festival tahunan, 8 hari berpuasa
- Mahavir Jayanti — 14 April (kelahiran Mahavira)
- Deepavali — khusus Jain: kematian Mahavira
Sains
- Tidak menganiaya hewan — menyebabkan praktik bedah halus pada tumbuhan
- Lalat dikibas, bukan dipukul — memindah tanpa membunuh
Lihat Juga
- Siddhartha Gautama — kontemporer
- Abad Axial — India
- Sejarah Tuhan dan Agama — konteks
Referensi
- Jacobi, Hermann. 1884. Jaina Sutras. Oxford.
- Dundas, Paul. 1992. The Jains. Routledge.
- Cort, John E. 2001. Jains in the World. Oxford.
- Sangave, Vilas A. 1980. Jaina Community: A Social Survey. Popular Prakashan.
- Wiley, Kristi L. 2003. The A to Z of Jainism. Scarecrow Press.