Mahavira

Tirthankara ke-24, pendiri Jainisme modern (599-527 SM). Kontemporer Buddha. Ajaran utama: ahimsa (non-kekerasan) ekstrem.

Mahavira (Sanskerta: “Pahlawan Besar”; nama lahir Vardhamana, ±599–527 SM) adalah Tirthankara ke-24 dan pendiri (atau re-founder) Jainisme. Kontemporer dengan Siddhartha Gautama di India. Ajaran utamanya: ahimsa (non-kekerasan) yang sangat ketat.

Biografi

Kelahiran & Keluarga

Masa Muda

Pencarian

Pencerahan

Pengajaran

Ajaran Inti

Lima Sumpah (Anuvrata)

  1. Ahimsa (non-kekerasan) — termasuk pikiran, kata, perbuatan
  2. Satya (kebenaran)
  3. Asteya (tidak mencuri)
  4. Aparigraha (tidak melekat)
  5. Brahmacharya (menjaga kesucian) — terutama untuk biksu

5 Jenis Kekerasan (Himsa)

  1. Terang-terangan — disengaja
  2. Tidak terang-terangan — tidak disengaja
  3. Untuk melindungi diri
  4. Untuk melindungi orang lain
  5. Karena ketidaktahuan

Bahkan mencabut tanaman bisa menjadi kekerasan (ada kehidupan). Plankton, bakteri, virus juga dilindungi.

Tujuh Prinsip

Anekantavada — Pluralisme Kebenaran

Syadavada — Mungkin

Komunitas & Pewaris

Mazhab

Komunitas

Tokoh Terkenal

Pengaruh & Kontribusi

India

Budaya

Sains

Lihat Juga

Referensi