Kong Fuzi (Hanzi: 孔子, Kǒng Zǐ; “Tuan Kong”; Confucius dalam bahasa Latin, 551-479 SM) adalah filsuf, guru, dan pendiri Konfusianisme. Berasal dari negara Lu (sekarang Shandong, Tiongkok), dari keluarga bangsawan menurun. Mengajar 2.000+ murid seumur hidupnya, termasuk 72 murid utama.
Biografi
Kelahiran
- Lahir: 551 SM di Qufu (negara Lu)
- Ayah: Kong He (Zhuliang He), bangsawan dari Lu
- Ibu: Yan Zhengzai, berumur muda
- Keluarga: menurun dari bangsawan Song (cabang Zhou)
Masa Muda
- Ayah wafat saat Kong kecil
- Kemiskinan — bekerja sebagai gembala, kuli
- Pendidikan otodidak — tertarik pada ritus dan musik
- 17 tahun: bekerja di gudang pemerintah Lu
Karir
- ±531-517 SM: Magang di istana Lu, belajar li (ritus)
- ±517-515 SM: Libur saat istana kacau, belajar
- ±501-497 SM: Gubernur Zhongdu
- ±497-484 SM (14 tahun): Mengembara ke berbagai negara
- ±483-479 SM: Kembali ke Lu, mengajar
Wafat
- 479 SM, umur 73
- Kubur di Qufu — sekarang jadi Kuil Kong Fuzi (UNESCO World Heritage)
Ajaran
1. Ren (仁) — “Kemanusiaan” / “Cinta Kasih”
- Konsep utama Konfusianisme
- Saling mencintai, menghormati
- “Tidak memperlakukan orang lain dengan apa yang tidak kamu mau dirimu diperlakukan” (Analects 12.2 — mirip “Golden Rule”)
- “Cinta kasih (ren) itu melekat pada diri sendiri, tidak dipaksakan” (12.1)
2. Yi (义) — Keadilan
- Melakukan yang benar
- Bukan menurut keuntungan, tapi kewajiban
- “Orang yang tepat: tidak memiliki kebencian, tidak mencari kepuasan pribadi” (4.10)
3. Li (礼) — Ritus, Kesusilaan
- Kebiasaan dan ritus — bukan aturan
- “Jangan lihat, jangan dengar, jangan ucapkan, jangan bergerak” (12.1)
- “Penjaga ritus (li) menjamin stabilitas”
4. Xiao (孝) — Bakti
- Bakti kepada orang tua — dasar moral
- “Kini bakti — itu adalah dasar dari ren” (1.2)
- Bukan hanya memberi makan, tapi “jangan membuat orang tua khawatir”
5. Junzi (君子) — “Orang Susila”
- Ideal moral Konfusian
- Bukan bangsawan darah, tapi karakter
- “Junzi menuntut dari diri sendiri, orang kecil dari orang lain” (15.21)
- “Junzi membantu orang lain berdasarkan ren, tidak membantu mereka berdasarkan kebiasaan” (6.30)
6. Xiao Ren (小人) — Orang Kecil
- Lawan junzi
- Mementingkan diri sendiri
- “Junzi selalu memikirkan kesusilaan, orang kecil memikirkan keuntungan” (4.16)
7. Tian (天) — “Surga”
- Konfusius jarang membahas metafisika
- Tian sebagai kekuatan moral — bukan dewa personal
- “Pada usia 50, aku mengetahui perintah Surga” (2.4)
- Memberi legitimasi moral bagi raja
8. Ming (命) — Takdir
- Menerima apa yang tidak bisa diubah
- “Ming menentukan” — tetapi tetap berusaha
- “Mati itu seperti hari dan malam” — tanpa mistisisme
Konfusianisme Mengenai Agama
- Bukan agama dalam pengertian Barat — tidak ada dewa personal, wahyu, ibadah
- Etika sosial — bisa sinkretis dengan Buddhisme, Taoisme
- Tian bukan Allah — lebih ke kekuatan moral
- “Sembahlah nenek moyang” — ritus, bukan dewa
Kitab Suci
Empat Kitab (Sishu)
- Lunyu (Analects) — kumpulan perkataan Kong, 20 jilid
- Daxue (Great Learning) — kebajikan diri
- Zhongyong (Doctrine of the Mean) — harmoni
- Mencius — murid, lanjutan Konfusian
Lima Kitab Klasik (Wujing)
- Shijing (Book of Songs)
- Shujing (Book of Documents)
- Liji (Book of Rites)
- Zhouyi (I Ching, Book of Changes)
- Chunqiu (Spring and Autumn Annals)
Pengaruh
Historis
- ±130 SM: Dong Zhongshu merekomendasikan Konfusianisme sebagai etika negara
- 2.000+ tahun: dinasti demi dinasti mengadopsi
- Neo-Konfusianisme (Zhu Xi, 1130-1200) — sintesis
- 1300-1900: menjadi ideologi resmi kekaisaran Tionghoa
- 1912: jatuhnya dinasti Qing, mulai ada kritik
Modern
- Revolusi Kebudayaan (1966-1976) — diserang oleh Mao
- Taiwan, Hong Kong, Singapura, Korea, Vietnam, Jepang — Konfusian tetap hidup
- 2000-an: “Konfusian revival” di China daratan
- Hari Guru (10 September) — diperingati di RRT, Taiwan, Korea
Global
- “Konfusian Work Ethics” (Max Weber) — kapitalisme Asia
- “Asian Values” (Lee Kuan Yew) — kontroversial
- Etika bisnis — Kong Hu Cu cocok untuk etika korporasi
Dialog Kunci
Dengan Laozi
Kong Fuzi: “Saya pikir semua orang di dunia sudah cukup banyak membahas li (ritus) dan yue (musik).” Laozi: “Anda terlalu banyak membicarakannya. Yang Anda lakukan hanyalah menandai batas-batas pemisah, memaksa orang pada aturan. Dao tidak membiarkan hal seperti itu, li tidak boleh memaksakan.”
Tentang Kematian
- “Tidak tahu kehidupan, bagaimana bisa tahu kematian?” (11.12)
- “Sembahlah nenek moyang” — bukan karena orang mati hidup, tapi karena li
Lihat Juga
- Laozi — kontemporer
- Analects — kitab
- Dao De Jing — Tao
- Abad Axial — konteks
- Sejarah Tuhan dan Agama — konteks
Referensi
- Confucius. 5th c. SM. Lunyu (terj. D.C. Lau, 1979; Ames & Rosemont, 1998).
- Nylan, Michael. 2001. The Five “Confucian” Classics. Yale.
- Schwartz, Benjamin I. 1985. The World of Thought in Ancient China. Belknap.
- de Bary, Wm. Theodore. 1998. Asian Classics on the Invitation to Think. Columbia.
- Munro, Donald J. 1969. The Concept of Man in Early China. Stanford.