Sinkretisme (Yunani: syn = bersama, kretismos = campuran) adalah pencampuran elemen dari berbagai agama menjadi sistem baru atau ke dalam agama yang sudah ada. Istilah diperkenalkan oleh Plutarch (c. 100 M) yang menggambarkan bagaimana Yunani dan Romawi “tidak berselisih soal dewa”.
Ciri Khas
- Akulturasi religious — agama bertemu, bercampur
- Resemblance struktural — dewa berbeda dianggap sama
- Bentuk hybrid — bukan sinkronisasi, melainkan percampuran
- Bertahan lama — biasanya bertahan ratusan tahun
- Ibrida teologis — konsep berbeda, ritual berbeda
Mekanisme
- Interpretasi dewa asing sebagai dewa sendiri
- Identifikasi paralel — Zeus = Jupiter = Amun
- Penerimaan ritual dari agama lain
- Sinkretisme kebijakan — raja mengadopsi agama lokal
- Komersialisasi — pasar religious memungkinkan percampuran
Contoh
- Hellenisme — Zeus = Amun, Isis = Demeter
- Mithraisme — Persia-Romawi
- Manikeisme — Zoroastrianisme + Kristenisasi
- Candomblé (Brasil) — Yoruba + Katolik
- Vodou (Haiti) — Yoruba + Katolik + Taino
- Santería (Kuba) — Yoruba + Katolik
- Shinto-Buddhisme (Jepang) — sinkretis 1.500 tahun
- Hindu-Buddhisme (Indonesia kuno) — Jawa, Bali
- Taoisme + Konfusianisme + Buddhisme (Tiongkok)
- Sinkretisme Kristen — Katolik Roma = Yahudi + Yunani + Romawi + Jermanik
Implikasi
- Memperkaya agama — dewa dan ritual baru
- Mengaburkan ortodoksi — sulit dibedakan dari “agama asli”
- Bentuk agama populer — selalu terjadi, terutama di kota dan pelabuhan
- Tanda perjumpaan budaya — pelabuhan, pasar, pernikahan campur
Kritik
- “Sinkretisme = kemerosotan” — banyak ortodoks mencela
- “Sinkretisme = kreatif” — beberapa apolog melihat positif
- Apakah semua agama sinkretis? — banyak agama awalnya sinkretis
- “Pure religion” — apakah ada agama “murni”? — banyak yang kontroversial
Modern
- “Spiritual but not religious” — modern sinkretisme
- New Age — sinkretisme sadar
- Falun Gong — sinkretis Qigong + Buddha + Tao
- Cao Đài — sinkretis eksplisit
- Scientology — agama “baru” dengan elemen dari berbagai sumber
Lihat Juga
- Animisme — roh
- Politeisme — dewa
- Sejarah Tuhan dan Agama — konteks
Referensi
- Leopold, Anita M., and Jeppe Sinding Jensen, eds. 2004. Syncretism in Religion: A Reader. Equinox.
- Stewart, Charles, and Rosalind Shaw, eds. 1994. Syncretism/Anti-Syncretism: The Politics of Religious Synthesis. Routledge.
- Mack, Burton L. 1995. Who Wrote the New Testament? The Making of the Christian Myth. HarperOne.