Animisme

Kepercayaan bahwa benda, hewan, tumbuhan, dan fenomena alam memiliki jiwa atau roh—diusulkan sebagai bentuk agama tertua oleh E.B. Tylor (1871).

Print

Animisme (dari Latin anima = jiwa, roh) adalah kepercayaan bahwa semua benda, hewan, tumbuhan, dan fenomena alam memiliki jiwa atau roh. Diusulkan oleh antropolog Inggris Edward Burnett Tylor (1832-1917) dalam Primitive Culture (1871) sebagai bentuk agama paling primitif dan nenek moyang semua agama.

Konsep Inti

  • Roh (soul/spirit) — entitas non-fisik yang menghuni benda
  • Personifikasi alam — pohon, gunung, sungai memiliki kepribadian
  • Jiwa yang bisa berpindah — reinkarnasi, metempsikosis
  • Dunia gaib yang aktif — roh baik dan jahat mempengaruhi manusia

Bukti Arkeologis

  • Penguburan intentional ±100.000 tahun lalu (Shanidar Cave, Neanderthal)
  • Seni gua (Chauvet, Lascaux) — kemungkinan representasi roh
  • Patung dan figurin Paleolitikum (Venus of Willendorf, ±30.000 SM)

Contoh Kontemporer

  • Shinto (Jepang) — kami di mana-mana
  • Animismo Afrika — roh leluhur, juju
  • Spiritisme Pribumi AmerikaManitou
  • Hindu Bali — roh di setiap benda
  • Kapuahin (Kalimantan) — roh hutan

Kritik

  • Asal-usul tidak tunggal — agama lebih dari sekadar animisme
  • Definisi terlalu luas — hampir semua agama memiliki elemen animistik
  • Tylor terlalu Eropa-sentris — mengasumsikan “perkembangan” linear

Warisan

  • Akar dari hampir semua agama — bahkan monoteisme memiliki elemen animistik (jiwa, roh jahat, malaikat)
  • Fondasi spiritualisme, mediumship
  • Dasar ekoteologi modern — pandangan bahwa alam memiliki nilai intrinsik

Lihat Juga

Referensi

  • Tylor, Edward B. 1871. Primitive Culture. London: John Murray.
  • Bird-David, Nurit. 1999. “‘Animism’ Revisited.” Current Anthropology 40.
  • Harvey, Graham. 2005. Animism: Respecting the Living World. Columbia University Press.

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.