Mahāyāna
Mahāyāna (Sanskerta: महायान, “Kendaraan Agung”) adalah aliran progresif Buddhis yang berkembang pada abad ke-1 M di India Utara. Berbeda dengan Theravāda (“Kendaraan Sesepuh”), Mahāyāna mengembangkan Boddhisattva ideal — yaitu mereka yang menunda Nirvana pribadi untuk membebaskan semua makhluk — dan menambah sūtra-sūtra baru yang dianggap sebagai ungkapan Buddha.
Mahāyāna kini dominan di Jepang, Korea, Vietnam, dan Tiongok modern, dengan ±300-400 juta penganut di seluruh dunia.
Asal Usul
Perpecahan dengan Tradisi Lama
Mahāyāna muncul sebagai kritik terhadap fokus Arahant (pembebasan diri sendiri) di Theravāda, dan mengembangkannya menjadi Boddhisattva ideal — yang menunda Nirvana untuk membantu semua makhluk terbebas.
Perpecahan dengan Mahāsaṅghika
Mahāyāna berkembang dari Mahāsaṅghika (komunitas besar, muncul ±383 SM), yang merupakan faksi pertama yang menekankan Boddhisattva ideal.
Penyebaran ke Asia
- ±1 M — muncul di India Utara
- ±65 M — tiba di Tiongok (kronik catatan Tiongok)
- ±372 M — tiba di Korea
- ±552 M — tiba di Jepang (resmi)
- ±700 M — berkembang pesat di Tiongok dan Asia Timur
- ±700-900 M — era keemasan Mahāyāna di India (Nalanda, Vikramashila)
Tujuh Konsep Utama Mahāyāna
1. Boddhisattva Ideal
Boddhisattva (Sanskerta: बोधिसत्त्व, “Makhluk yang mencari pencerahan”) — yang berbeda dari Arahant (pembebasan sendiri) di Theravāda. Boddhisattva menunda Nirvana-nya sendiri untuk membantu semua makhluk.
Boddhisattva terkenal:
- Avalokiteśvara (bodhisattva cinta kasih)
- Mañjuśrī (bodhisattva kebijaksanaan)
- Samantabhadra (bodhisattva praktik)
- Kṣitigarbha (bodhisattva menyelamatkan dari neraka)
- Maitreya (bodhisattva masa depan — akan menjadi Buddha di masa depan)
2. Tiga Tubuh Buddha (Trikāya)
Mahāyāna mengajarkan bahwa Buddha memiliki 3 aspek:
- Nirmāṇakāya (tubuh inkarnasi) — Śākyamuni di dunia ini
- Saṃbhogakāya (tubuh kenikmatan) — di surga Tuṣita dan tempat lain
- Dharmakāya (tubuh Dharma) — kebenaran universal itu sendiri
3. Śūnyatā (Kekosongan)
Konsep utama Mahāyāna yang diperkenalkan oleh Nāgārjuna (abad ke-2 M):
“Śūnyatā tidak berarti ‘tidak ada apa-apa’ — melainkan tidak ada substansi intrinsik (svabhāva) pada apapun.”
Śūnyatā bukan nihilisme — Buddha mengajarkan Śūnyatā untuk membebaskan dari kepicikan.
4. Sūtra-Sūtra Baru
Mahāyāna mengasumsikan bahwa Sūtra berikut ini adalah ungkapan Buddha (walaupun bukan dalam bahasa Pali):
- Prajñāpāramitā Sūtra (Heart Sutra, Diamond Sutra) — abad ke-1 M
- Lotus Sūtra (Saddharma Puṇḍarīka Sūtra) — abad ke-1 M
- Avataṃsaka Sūtra (Bunga Hiasan) — abad ke-2 M
- Lankāvatāra Sūtra — terkait Yogācāra
- Vimalakīrti Nirdeśa Sūtra — kebijaksanaan awam
5. Buddha Banyak (Many Buddhas)
Mahāyāna mengajarkan banyak Buddha kosmis — di alam semesta lain:
- Amitābha — Buddha di alam Sukhāvatī (Pure Land)
- Vairocana — Buddha kosmis
- Akṣobhya — Buddha timur
- Amoghasiddhi — Buddha utara
- Ratnasambhava — Buddha selatan
6. Boddhisattva Path
10 Tahap (bhumis) yang harus dilalui Boddhisattva:
- Pramuditā — suka cita
- Vimalā — bebas dari noda
- Prabhākarī — bercahaya
- Arciṣmatī — berapi-api
- Sudurjayā — sulit dikalahkan
- Abhimukī — menghadap
- Dūraṃgamā — berjalan jauh
- Acalā — tak tergoyahkan
- Sādhumatī — bijaksana
- Dharmameghā — awan Dharma
7. Trisvabhāva (Tiga Sifat)
Yogācāra (salah satu sekolah utama Mahāyāna) mengajarkan:
- Paratantra-svabhāva — tergantung pada yang lain
- Parikalpita-svabhāva — dibayangkan
- Pariniṣpanna-svabhāva — sempurna (sejati)
Sub-Sekolah Utama
1. Madhyamaka (Jalan Tengah)
Pendiri: Nāgārjuna (abad ke-2 M) Pusat: Filsafat Śūnyatā Pengaruh: Tibet, Jepang (Sanron, Kegon), Tiongok (Sanlun)
2. Yogācāra (Praktik Yoga)
Pendiri: Asaṅga dan Vasubandhu (abad ke-3-4 M) Pusat: Vijñānavāda — “hanya kesadaran” Pengaruh: Tibet (Nyingma, Kagyu), Jepang (Hossō)
3. Chan / Zen / Thiền / Seon
Pendiri: Bodhidharma (abad ke-5-6 M, dari India ke Tiongok) Pusat: Meditasi intuitif, satori Pengaruh: Jepang (Zen), Korea (Seon), Vietnam (Thiền), Tiongok
4. Tiantai / Tendai
Pendiri: Zhiyi (538–597 M) Pusat: Tiga Kebenaran, 5 period Pengaruh: Jepang (Tendai), Tiongok
5. Huayan / Kegon
Pendiri: Fazang (643–712 M) Pusat: Avataṃsaka Sūtra, interpenetrasi universal Pengaruh: Jepang (Kegon)
6. Tanah Murni (Pure Land)
Pendiri: Huiyuan (334–416 M), Tánluán (476–542 M), Shandao (613–681 M) Pusat: Amitābha Buddha, nianfo (pengulangan nama) Pengaruh: Jepang (Jōdo, Jōdo Shinshū), Tiongok, Korea, Vietnam
Perbedaan dari Theravāda
| Aspek | Theravāda | Mahāyāna |
|---|---|---|
| Tujuan | Arahant (pembebasan diri) | Boddhisattva (membantu semua) |
| Teks | Pali Canon | Pali + Sūtra-sūtra baru |
| Bebas nikah | Tidak ada (bhikkhu) | Ada, di beberapa sekolah |
| Jumlah Buddha | 1 (Śākyamuni) | Banyak Buddha kosmis |
| Śūnyatā | Tidak ditekankan | Konsep utama |
| Universal | Lebih eksklusif | Lebih universal |
Lihat juga
- Siddhartha Gautama — pendiri
- Theravāda — aliran konservatif
- Sangha Buddha — komunitas
- Dharma — ajaran
- Nirvana — tujuan
- Empat Kebenaran Mulia — inti
- Borobudur — candi Mahāyāna