Aliran progresif Buddhisme yang berkembang pada abad ke-1 M, berpusat di Asia Timur dan menekankan Boddhisattva ideal — pembebasan untuk semua makhluk, bukan hanya diri sendiri.
Mahāyāna (Sanskerta: महायान, “Kendaraan Agung”) adalah aliran progresif Buddhis yang berkembang pada abad ke-1 M di India Utara. Berbeda dengan Theravāda (“Kendaraan Sesepuh”), Mahāyāna mengembangkan Boddhisattva ideal — yaitu mereka yang menunda Nirvana pribadi untuk membebaskan semua makhluk — dan menambah sūtra-sūtra baru yang dianggap sebagai ungkapan Buddha.
Mahāyāna kini dominan di Jepang, Korea, Vietnam, dan Tiongok modern, dengan ±300-400 juta penganut di seluruh dunia.
Mahāyāna muncul sebagai kritik terhadap fokus Arahant (pembebasan diri sendiri) di Theravāda, dan mengembangkannya menjadi Boddhisattva ideal — yang menunda Nirvana untuk membantu semua makhluk terbebas.
Mahāyāna berkembang dari Mahāsaṅghika (komunitas besar, muncul ±383 SM), yang merupakan faksi pertama yang menekankan Boddhisattva ideal.
Boddhisattva (Sanskerta: बोधिसत्त्व, “Makhluk yang mencari pencerahan”) — yang berbeda dari Arahant (pembebasan sendiri) di Theravāda. Boddhisattva menunda Nirvana-nya sendiri untuk membantu semua makhluk.
Boddhisattva terkenal:
Mahāyāna mengajarkan bahwa Buddha memiliki 3 aspek:
Konsep utama Mahāyāna yang diperkenalkan oleh Nāgārjuna (abad ke-2 M):
“Śūnyatā tidak berarti ‘tidak ada apa-apa’ — melainkan tidak ada substansi intrinsik (svabhāva) pada apapun.”
Śūnyatā bukan nihilisme — Buddha mengajarkan Śūnyatā untuk membebaskan dari kepicikan.
Mahāyāna mengasumsikan bahwa Sūtra berikut ini adalah ungkapan Buddha (walaupun bukan dalam bahasa Pali):
Mahāyāna mengajarkan banyak Buddha kosmis — di alam semesta lain:
10 Tahap (bhumis) yang harus dilalui Boddhisattva:
Yogācāra (salah satu sekolah utama Mahāyāna) mengajarkan:
Pendiri: Nāgārjuna (abad ke-2 M) Pusat: Filsafat Śūnyatā Pengaruh: Tibet, Jepang (Sanron, Kegon), Tiongok (Sanlun)
Pendiri: Asaṅga dan Vasubandhu (abad ke-3-4 M) Pusat: Vijñānavāda — “hanya kesadaran” Pengaruh: Tibet (Nyingma, Kagyu), Jepang (Hossō)
Pendiri: Bodhidharma (abad ke-5-6 M, dari India ke Tiongok) Pusat: Meditasi intuitif, satori Pengaruh: Jepang (Zen), Korea (Seon), Vietnam (Thiền), Tiongok
Pendiri: Zhiyi (538–597 M) Pusat: Tiga Kebenaran, 5 period Pengaruh: Jepang (Tendai), Tiongok
Pendiri: Fazang (643–712 M) Pusat: Avataṃsaka Sūtra, interpenetrasi universal Pengaruh: Jepang (Kegon)
Pendiri: Huiyuan (334–416 M), Tánluán (476–542 M), Shandao (613–681 M) Pusat: Amitābha Buddha, nianfo (pengulangan nama) Pengaruh: Jepang (Jōdo, Jōdo Shinshū), Tiongok, Korea, Vietnam
| Aspek | Theravāda | Mahāyāna |
|---|---|---|
| Tujuan | Arahant (pembebasan diri) | Boddhisattva (membantu semua) |
| Teks | Pali Canon | Pali + Sūtra-sūtra baru |
| Bebas nikah | Tidak ada (bhikkhu) | Ada, di beberapa sekolah |
| Jumlah Buddha | 1 (Śākyamuni) | Banyak Buddha kosmis |
| Śūnyatā | Tidak ditekankan | Konsep utama |
| Universal | Lebih eksklusif | Lebih universal |