Lumbini

Tempat lahir Siddhartha Gautama (Buddha), terletak di kaki Pegunungan Himalaya, sekarang di Rupandehi, Nepal. Situs ziarah utama bagi umat Buddha sedunia.

Taman sakral di mana Maya Devi melahirkan Siddhartha Gautama ±563 SM — menjadi salah satu dari empat tempat ziarah utama Buddhisme.

Print

Lumbini

Lumbini (Sanskrit: लुंबिनी) adalah tempat lahir Siddhartha Gautama (Buddha), terletak di kabupaten Rupandehi, Nepal±25 km dari perbatasan India. Dalam bahasa Sanskerta, Lumbini berarti “taman yang menyenangkan” atau “taman yang penuh dengan kasih sayang”.

Tempat ini menjadi salah satu dari empat situs ziarah utama Buddhisme (Chatur Tirtha), bersama Bodh Gaya, Sarnath, dan Kushinagar. Lumbini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1997.


Lokasi

Lumbini terletak di lembah terpencil di kaki Pegunungan Himalaya — secara tradisional ±15 mil dari kota Kapilavastu (ibu kota Suku Shakya). Saat ini, area ini diurus oleh Lumbini Development Trust (berdasarkan persetujuan internasional tahun 1967).


Kisah Kelahiran Buddha di Lumbini

Perjalanan Maya Devi

Menurut tradisi, Maya Devi (istri Raja Śuddhodana) sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya untuk melahirkan — mengikuti adat Shakya bahwa wanita harus melahirkan di tanah leluhur. Di tengah perjalanan, ia berhenti di Taman Lumbini untuk beristirahat — sambil memegang cabang pohon sal (Shorea robusta).

Di taman ini, Siddhartha Gautama lahir — sambil berdiri tegak (menurut tradisi, bayi bisa berjalan 7 langkah segera setelah lahir) dan dengan mandi yang menandai tempat itu.

Insiden: Buddha Menangis

Menurut legenda, bayi yang baru lahir menangis — dan terjadi percakapan dengan raja dewa Śakra:

Śakra: “Apakah kamu menangis? Mengapa?” Bayi Siddhartha: “Aku menangis karena semua makhluk terikat dalam siklus kelahiran.”

Tanda Kelahiran

Menurut tradisi, tanda-tanda supernatural terjadi:

  • Cahaya menerangi seluruh dunia
  • Air mengalir di setiap sumur
  • Pohon-pohon berbunga
  • Cacat disembuhkan
  • Gajah putih membawa mangkuk — peristiwa ini diperingati dalam Festival Hare Panchami

Penemuan Kembali Lumbini

Masa Kehilangan

Lumbini terlupakan selama berabad-abad — seperti banyak situs Buddhis awal — setelah:

  • Hilangnya kekuatan politik Buddha di India (abad ke-13)
  • Invasi Muslim (abad ke-12, 1197 — Vikramashila, Odantapuri)
  • Penghancuran stupa dan vihara oleh Bakhtiyar Khalji dan tentaranya (1193, 1204)

Re-Discovery (1896)

Anton Führer (1874–1952), arkeolog Jerman, melakukan ekskavasi dan menemukan Pilar Ashoka dengan prasasti Sanskerta:

“Di sinilah Bhagavan — Buddha, Sage of the Shakyas, dilahirkan.”

Penemuan ini memicu ziarah modern ke Lumbini.

Pengakuan Internasional

  • 1956 — Perayaan 2500 tahun Buddha (Buddha Jayanti) — acara internasional besar
  • 1967Mauritius mengusulkan ziarah ulang ke empat tempat suci, mendapat persetujuan PBB
  • 1997 — Lumbini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Bangunan di Lumbini

Kuil Maya Devi (Maya Temple)

Kuil modern yang dibangun di atas reruntuhan struktur kuno yang konon menjadi tempat persalinan Maya Devi. Di dalam kuil terdapat:

  • Pilar Ashoka (depan)
  • Patung Maya Devi (menyentuh cabang pohon sal)
  • Batu berukir (mungkin dari 3 SM) — di bawah altar, tanda bahwa ini adalah tempat bersejarah

Taman Lumbini

Taman modern yang mengelilingi situs — dengan kubah putih, kolam, dan reruntuhan vihara kuno yang berbaring di atas tanah.

Kuil dari Banyak Negara

Di sekitar Lumbini, banyak negara Buddha telah membangun kuil mereka sendiri:

  • Thailand — Kuil Thailand
  • Sri Lanka — Maha Vihara
  • Korea — Kuil Korea
  • Jepang — Peace Pagoda
  • Tiongkok — Zhong Hua Si
  • Vietnam — Giac Lam Pagoda
  • Myanmar — Kuil Myanmar

Festival Utama

  • Buddha Jayanti (hari lahir Buddha) — Mei — festival terbesar
  • Hare Panchami — peringatan ibu Maya Devi
  • Lumbini Day — peringatan kunjungan raja Nepal

Lihat juga

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.