Tempat lahir Siddhartha Gautama (Buddha), terletak di kaki Pegunungan Himalaya, sekarang di Rupandehi, Nepal. Situs ziarah utama bagi umat Buddha sedunia.
Lumbini (Sanskrit: लुंबिनी) adalah tempat lahir Siddhartha Gautama (Buddha), terletak di kabupaten Rupandehi, Nepal — ±25 km dari perbatasan India. Dalam bahasa Sanskerta, Lumbini berarti “taman yang menyenangkan” atau “taman yang penuh dengan kasih sayang”.
Tempat ini menjadi salah satu dari empat situs ziarah utama Buddhisme (Chatur Tirtha), bersama Bodh Gaya, Sarnath, dan Kushinagar. Lumbini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1997.
Lumbini terletak di lembah terpencil di kaki Pegunungan Himalaya — secara tradisional ±15 mil dari kota Kapilavastu (ibu kota Suku Shakya). Saat ini, area ini diurus oleh Lumbini Development Trust (berdasarkan persetujuan internasional tahun 1967).
Menurut tradisi, Maya Devi (istri Raja Śuddhodana) sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya untuk melahirkan — mengikuti adat Shakya bahwa wanita harus melahirkan di tanah leluhur. Di tengah perjalanan, ia berhenti di Taman Lumbini untuk beristirahat — sambil memegang cabang pohon sal (Shorea robusta).
Di taman ini, Siddhartha Gautama lahir — sambil berdiri tegak (menurut tradisi, bayi bisa berjalan 7 langkah segera setelah lahir) dan dengan mandi yang menandai tempat itu.
Menurut legenda, bayi yang baru lahir menangis — dan terjadi percakapan dengan raja dewa Śakra:
Śakra: “Apakah kamu menangis? Mengapa?” Bayi Siddhartha: “Aku menangis karena semua makhluk terikat dalam siklus kelahiran.”
Menurut tradisi, tanda-tanda supernatural terjadi:
Lumbini terlupakan selama berabad-abad — seperti banyak situs Buddhis awal — setelah:
Anton Führer (1874–1952), arkeolog Jerman, melakukan ekskavasi dan menemukan Pilar Ashoka dengan prasasti Sanskerta:
“Di sinilah Bhagavan — Buddha, Sage of the Shakyas, dilahirkan.”
Penemuan ini memicu ziarah modern ke Lumbini.
Kuil modern yang dibangun di atas reruntuhan struktur kuno yang konon menjadi tempat persalinan Maya Devi. Di dalam kuil terdapat:
Taman modern yang mengelilingi situs — dengan kubah putih, kolam, dan reruntuhan vihara kuno yang berbaring di atas tanah.
Di sekitar Lumbini, banyak negara Buddha telah membangun kuil mereka sendiri: