AlphaGo vs Lee Sedol
Ringkasan
Pada Maret 2016, DeepMind AlphaGo mengalahkan Lee Sedol, juara dunia Go 9-dan, dengan skor 4-1 dalam 5 game di Seoul, Korea Selatan. Pertandingan ini dianggap tonggak AI — banyak yang memprediksi AI butuh 10+ tahun lagi untuk mengalahkan Go champion.
Kompleksitas Go
- Posisi mungkin: ~10^170 (vs catur 10^120, atom di alam semesta 10^80)
- Branching factor: 250 (vs catur 35)
- Intuisi lebih penting dari kalkulasi
Arsitektur AlphaGo
- Deep neural networks (policy + value)
- Monte Carlo tree search (MCTS)
- Reinforcement learning — self-play
- Training: 1.920 CPU + 280 GPU (matches), 1 CPU + 1 GPU (runtime)
Game Highlights
- Game 2 (Move 37): AlphaGo membuat move yang awalnya dianggap blunder, ternyata genius. Komentator Go profesional terkejut.
- Game 4 (Move 78): Lee Sedol membuat “Move of the Century” yang mengejutkan AlphaGo (white wedge invasion). AlphaGo bermain salah setelahnya.
Dampak
- AI legitimacy — sebelumnya AI dianggap tidak punya “intuisi”, AlphaGo membuktikannya
- DeepMind menjadi pusat perhatian (diakuisisi Google 2014)
- Reinforcement learning bangkit kembali
- Lee Sedol pensiun dari Go profesional pada 2019, sebagian karena AlphaGo
- AlphaGo Zero (2017) — belajar dari nol, lebih kuat
- AlphaZero (2017) — extend ke catur & shogi
Legasi
AlphaGo adalah momen kosmis kedua AI modern (pertama: Deep Blue 1997). Setelah AlphaGo, banyak orang percaya AGI mungkin dalam dekade ini.