FOXP2 and the Evolution of Language
Review oleh Dediu & Levinson (2018) yang membahas peran FOXP2 dalam evolusi bahasa dengan nuansa yang sering hilang di media populer.
Detail
- Penulis: Dan Dediu, Stephen C. Levinson
- Tahun: 2018
- Venue: Frontiers in Psychology
- URL: frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2017.02315/full
Klaim Utama
FOXP2 sering disebut sebagai “the language gene” di media. Tapi Dediu & Levinson berargumen bahwa ini menyesatkan:
- FOXP2 ditemukan di banyak spesies — burung penyanyi, kelelawar, ikan, dan primata
- Fungsi universal — pengontrol plastisitas sinaptik di basal ganglia, berperan dalam vocal learning (bukan bahasa)
- Hanya 2 asam amino yang berbeda antara manusia dan simpanse — terlalu sedikit untuk menjelaskan seluruh bahasa
- Neanderthal juga punya FOXP2 modern — menunjukkan bahwa gen ini berevolusi sebelum pemisahan garis keturunan
Implikasi
“FOXP2 should be thought of not as a ‘language gene’ but as a ‘vocal learning gene’ that is shared across many species. The unique aspects of human language must come from the broader cognitive and social context in which this gene operates.” — paraphrase of Dediu & Levinson
Lihat juga
- Mengapa Bahasa Terbentuk — artikel wiki
- Tan Malaka — biografi
- Kebara hyoid — tulang hyoid Neanderthal
- The Language Instinct — buku Pinker