FOXP2 and the Evolution of Language (Dediu & Levinson 2018)

Review tentang peran FOXP2 dalam evolusi bahasa — apakah ini 'language gene' atau 'vocal learning gene'?

Paper yang menempatkan FOXP2 dalam konteks evolusi vocal learning — burung, kelelawar, dan primata.

Print

FOXP2 and the Evolution of Language

Review oleh Dediu & Levinson (2018) yang membahas peran FOXP2 dalam evolusi bahasa dengan nuansa yang sering hilang di media populer.

Detail

Klaim Utama

FOXP2 sering disebut sebagai “the language gene” di media. Tapi Dediu & Levinson berargumen bahwa ini menyesatkan:

  1. FOXP2 ditemukan di banyak spesies — burung penyanyi, kelelawar, ikan, dan primata
  2. Fungsi universal — pengontrol plastisitas sinaptik di basal ganglia, berperan dalam vocal learning (bukan bahasa)
  3. Hanya 2 asam amino yang berbeda antara manusia dan simpanse — terlalu sedikit untuk menjelaskan seluruh bahasa
  4. Neanderthal juga punya FOXP2 modern — menunjukkan bahwa gen ini berevolusi sebelum pemisahan garis keturunan

Implikasi

“FOXP2 should be thought of not as a ‘language gene’ but as a ‘vocal learning gene’ that is shared across many species. The unique aspects of human language must come from the broader cognitive and social context in which this gene operates.” — paraphrase of Dediu & Levinson

Lihat juga

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.