Bhagavad Gita (Sanskerta: भगवद्गीता, Bhagavad Gītā, “Nyanyian Tuhan”; Inggris: The Song of God) adalah kitab suci Hindu yang paling penting dan paling sering dibaca. Terdiri dari 700 ayat (sloka) dalam 18 bab — bagian dari epik besar Mahabharata, ditulis sebagai dialog antara Krishna (avatar Vishnu) dan Arjuna di tengah medan perang Kurukshetra.
Konteks
Mahabharata
- Epik besar India — 100.000 bait
- ±400 SM – 400 M (komposisi bertahap)
- Kisah — keluarga Kuru (Kauravas vs Pandavas)
- Bhagavad Gita = bab 23-40 dari Bhishma Parva (jilid 6)
Situasi
- Perang saudara Kurukshetra
- Arjuna (pahlawan Pandawa) harus berperang melawan keluarga sendiri (Kaurava)
- Keraguan moral — Arjuna enggan membunuh
- Krishna turun dari kereta untuk menasihati Arjuna sebagai charioteer
Narasi
Bab 1: Melihat medan perang
- Arjuna melihat saudara, guru, sepupu di pihak lawan
- Keraguan moral — apakah benar berperang?
- Krishna menasihati: jangan menolak tugas (dharma)
Bab 2: Sankhya Yoga
- “Krishna mengajarkan” — jiwa (atman) tidak bisa dibunuh
- Karma Yoga — bertindak tanpa pamrih
- “Kau berhak bertindak, bukan pada buahnya” (2.47)
Bab 3: Karma Yoga
- Bertindak tanpa keterikatan (nishkama karma)
- Bekerja adalah lebih tinggi daripada tidak bekerja (3.8)
Bab 4: Jnana Yoga
- Pengetahuan (jnana) — memahami realitas
- Krishna menjelaskan avatar-nya
Bab 5: Karma Sannyasa
- Mundur dari dunia (sannyasa) — tapi tidak pasif
- Meditasi dalam bertindak
Bab 6: Dhyana Yoga
- Yoga meditasi — pengendalian pikiran
- Ashtanga Yoga (8 tahap)
Bab 7-12: Bhakti Yoga
- Bhakti — kasih sayang kepada Tuhan
- Vishvarupa (Bab 11) — Krishna menampilkan bentuk universal
- Arjuna melihat seluruh alam semesta dalam diri Krishna
Bab 13-18: Moksha, Kshetra, dan Kebebasan
- Kshetra vs Kshetrajna (alam vs yang tahu)
- Triguna — sattva, rajas, tamas (3 kualitas)
- Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan
Tema Utama
1. Dharma (Duty)
- Bertindak sesuai dharma — bahkan sulit
- Dharma kasta — Ksatria harus berperang
- Dharma lebih tinggi dari perasaan
2. Karma Yoga
- Bertindak tanpa pamrih — nishkama karma
- Bukan tanpa kerja — bekerja dengan pikiran terpusat
- “Krishna tidak suruh mengemis, tapi bekerja keras”
3. Bhakti Yoga
- Kasih sayang — emosi sebagai jalan
- Devosi — bhakti di atas jnana atau karma
- Antara 1.000 jalan
4. Jnana Yoga
- Pengetahuan — memahami Brahman dan Atman
- Pemisahan dari ego, keinginan
5. Atman dan Brahman
- Jiwa (Atman) tidak bisa dibunuh — abadi
- Tubuh binasa, jiwa tetap
- Atman = Brahman (Advaita) — nondualitas
6. Avatar
- Krishna sebagai avatar Vishnu
- Tuhan turun untuk menegakkan dharma
- “Setiap kali dharma merosot, Aku datang” (4.7)
5 Kutipan Terkenal
- “Kau berhak bertindak, bukan pada buahnya” (2.47) — Karmanye vadhikaraste ma phaleshu kadachana
- “Jiwa abadi; tubuh binasa” (2.20) — Na jayate mriyate va kadacin
- “Bentuk-Ku ilahi, sulit dilihat” (11.54)
- “Bekerja adalah lebih tinggi daripada tidak bekerja” (3.8)
- “Berilah aku pikiran, dan Aku akan mengangkatmu” (10.10) — variasi
Pengaruh
Hindu Modern
- Hinduisme seluruhnya berwarna Gita
- Vivekananda (1863-1902) — Gita sebagai sumber Yoga
- Gandhi (1869-1948) — Anasakti Karma Yoga (action without attachment)
- Vinoba Bhave, Aurobindo, S. Radhakrishnan — semua merujuk
Yoga
- Modern Yoga (Patthabi Jois, Iyengar) — Bhagavad Gita adalah salah satu sumber
- Bhakti Yoga — populer sebagai Kirtan
- Mantra “Hare Krishna” dari Gita (7.8)
Barat
- Hare Krishna (ISKCON, 1966) — Bhagavad Gita As It Is
- Aldous Huxley — The Perennial Philosophy (1945)
- Beat Generation — Allen Ginsberg
- Mahatma Gandhi — “Ibu spiritualnya India”
- Tesla, Einstein, Oppenheimer — dirujuk
Politik
- Mahatma Gandhi — pelayanan tanpa kekerasan
- Subhas Chandra Bose — perlawanan
- “Akhiri perbudakan” — anti-kasta
Kanon
Status
- Bukan Weda — Smriti (yang diingat) bukan Shruti (yang didengar)
- Bagian Mahabharata — Itihasa (sejarah)
- Kitab penting — oleh semua mazhab Hindu
- 700 sloka — pendek, mudah dihafal
Terjemahan Penting
- Charles Wilkins (1785) — pertama ke Inggris
- Warren Hastings (1785) — Bhagvat-Geeta (dieja)
- Max Müller — kajian ilmiah
- Swami Vivekananda — The Bhagavad Gita (1896)
- A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada — Bhagavad Gita As It Is (1968, ISKCON)
Perbandingan dengan Kitab Lain
- Hindu: Bhagavad Gita
- Yahudi: Torah
- Kristen: Perjanjian Baru
- Islam: Al-Quran
- Buddhis: Dhammapada
- Sikh: Guru Granth Sahib
- Tao: Dao De Jing
- Zoroastrian: Avesta
Lihat Juga
- Veda — kitab utama Hindu
- Siddhartha Gautama — nabi Buddha
- Sejarah Tuhan dan Agama — konteks
Referensi
- The Bhagavad Gita (terj. Juan Mascaró, 1962; Barbara Stoler Miller, 1986).
- Easwaran, Eknath. 2007. The Bhagavad Gita. Nilgiri Press.
- Mitchell, Stephen. 2000. Bhagavad Gita: A New Translation. Harmony.
- Prabhupada, A.C. Bhaktivedanta Swami. 1968. Bhagavad Gita As It Is. Bhaktivedanta Book Trust.
- Sargeant, Winthrop, and Christopher Key Chapple, trans. 2009. The Bhagavad Gita. SUNY.