Akhenaten

Firaun Mesir (1353-1336 SM) yang melakukan revolusi religious ke arah monoteisme dengan menyembah Aten—eksperimen monoteistik pertama yang tercatat.

Print

Akhenaten (nama lahir Amenhotep IV, ~1353 SM – ~1336 SM) adalah firaun Dinasti ke-18 Mesir Kuno yang melakukan revolusi religious paling awal — pemujaan Aten (cakram matahari) sebagai satu-satunya dewa. Eksperimennya dianggap sebagai monoteisme (atau monolatri) pertama yang tercatat dalam sejarah.

Biografi

  • Lahir: Amenhotep IV, anak Amenhotep III dan Tiye
  • Masa jabatan: 1353-1336 SM (±17 tahun)
  • Istri utama: Nefertiti (sangat terkenal dari patung bust)
  • Anak: Tutankhamun (awalnya dipanggil Tutankhaten)
  • Ibu: Tiye, sangat berpengaruh

Revolusi Aten (Tahun 5)

Pada tahun ke-5 pemerintahannya, Akhenaten melakukan reformasi radikal:

  1. Melarang pemujaan dewa-dewa lain (Amun-Ra, Osiris, Horus, dll.)
  2. Menyembah Aten (cakram matahari) sebagai dewa tunggal
  3. Meresmikan nama baru “Akhenaten” (= “yang melayani Aten”)
  4. Memindahkan ibu kota dari Thebes ke Akhetaten (“Horizon Aten”, sekarang Amarna)
  5. Firaun sebagai penghubung antara Aten dan manusia
  6. Menghancurkan patung dewa-dewa lain (iconoclasm)
  7. Mengubah bahasa religiousHymns to Aten (Mazmur Aten)

Teologi Aten

Dalam Hymn to Aten, Akhenaten menulis:

“Kau muncul dengan indah di ufuk timur, / Wahai Aten yang hidup, yang ada di awal kehidupan! / Ketika Kau bersinar di timur, / Kau memenuhi setiap negeri dengan keindahan-Mu…”

Aten sebagai sumber kehidupan, cahaya, kasih — tanpa perantaraan dewa lain. Ini adalah evolusi menuju monoteisme — yang oleh Freud dianggap sebagai proto-monoteisme yang mungkin mempengaruhi Musa (imajinatif, diperdebatkan).

Mengapa Aten, Bukan Amun-Ra?

  • Aten adalah disk, lebih abstrak, lebih universal
  • Amun adalah pendeta-korup — imam Thebes sangat kaya dan berkuasa
  • Akhenaten mungkin ingin mengurangi kekuatan imam dengan memusatkan kultus pada dirinya sebagai perpanjangan Aten

Seni Amarna

Seni era Akhenaten revolusioner:

  • Realistis — bukan stilisasi
  • Tubuh menyimpang — kepala panjang, perut besar, kaki kurus (kelainan?)
  • Kehidupan domestik — firaun bersama keluarga (biasanya firaun sendirian)
  • Nefertiti — sering digambarkan, sangat dihormati

Akhir & Warisan

1336 SM

  • Akhenaten wafat setelah ±17 tahun
  • Smenkhkare (mungkin saudara) naik takhta
  • Tutankhamun (anak Akhenaten) naik ±1332 SM

Reaksi Balik

  • Tutankhamun (awalnya dipanggil Tutankhaten) membatalkan reformasi
  • Kembali ke politeisme, terutama Amun
  • Horemheb (penerus Tutankhamun) menghancurkan monumen Akhenaten
  • Coba menghapus Akhenaten dari sejarah (damnatio memoriae)

Diskusi & Kontroversi

Monoteisme atau Monolatri?

  • Monolatri: pemujaan satu dewa tanpa menyangkal yang lain
  • Monoteisme: hanya ada satu dewa
  • Teks Amarna ambigu — Aten mungkin hanya yang tertinggi, bukan satu-satunya
  • David, Sigmund Freud: Moses and Monotheism — Musa pengikut Akhenaten?

Hubungan dengan Yudaisme?

  • Freud (1939): Musa adalah imam Aten yang membawa monoteisme ke Kanaan
  • Kritik: bukti langsung tidak ada
  • Jan Assmann (2008): ada “Mosaïsche Unterscheidung” (pemisahan Musa) yang dimulai dari Atenisme

Signifikansi

  1. Upaya monoteistik pertama yang tercatat (sebelum Zoroaster dan Musa)
  2. Revolusi politik dan religious — pemisahan dari imam
  3. Seni Amarna — seni paling naturalistik di Mesir
  4. Warisan — inspirasi teolog, sejarawan, psikolog (Freud)

Lihat Juga

Referensi

  • Aldred, Cyril. 1988. Akhenaten: King of Egypt. Thames & Hudson.
  • Assmann, Jan. 2008. Of God and Gods: Egypt, Israel, and the Rise of Monotheism. University of Wisconsin.
  • Freud, Sigmund. 1939. Moses and Monotheism. Hogarth Press.
  • Redford, Donald B. 1984. Akhenaten: The Heretic King. Princeton University Press.
  • Silverman, David P., Josef W. Wegner, and Jennifer Houser Wegner. 2006. Akhenaten and Tutankhamun: Revolution, Restoration, and Aftermath. SUP.

Type at least 2 characters to search.

Press to navigate, to open, esc to close.