Animisme
Kepercayaan bahwa benda, hewan, tumbuhan, dan fenomena alam memiliki jiwa atau roh—diusulkan sebagai bentuk agama tertua oleh E.B. Tylor (1871).
From: LLM Wiki URL: llm-wiki.pages.dev/concepts/animisme Created: June 21, 2025 Read time: 1 min
Animisme (dari Latin anima = jiwa, roh) adalah kepercayaan bahwa semua benda, hewan, tumbuhan, dan fenomena alam memiliki jiwa atau roh. Diusulkan oleh antropolog Inggris Edward Burnett Tylor (1832-1917) dalam Primitive Culture (1871) sebagai bentuk agama paling primitif dan nenek moyang semua agama.
Konsep Inti
- Roh (soul/spirit) — entitas non-fisik yang menghuni benda
- Personifikasi alam — pohon, gunung, sungai memiliki kepribadian
- Jiwa yang bisa berpindah — reinkarnasi, metempsikosis
- Dunia gaib yang aktif — roh baik dan jahat mempengaruhi manusia
Bukti Arkeologis
- Penguburan intentional ±100.000 tahun lalu (Shanidar Cave, Neanderthal)
- Seni gua (Chauvet, Lascaux) — kemungkinan representasi roh
- Patung dan figurin Paleolitikum (Venus of Willendorf, ±30.000 SM)
Contoh Kontemporer
- Shinto (Jepang) — kami di mana-mana
- Animismo Afrika — roh leluhur, juju
- Spiritisme Pribumi Amerika — Manitou
- Hindu Bali — roh di setiap benda
- Kapuahin (Kalimantan) — roh hutan
Kritik
- Asal-usul tidak tunggal — agama lebih dari sekadar animisme
- Definisi terlalu luas — hampir semua agama memiliki elemen animistik
- Tylor terlalu Eropa-sentris — mengasumsikan “perkembangan” linear
Warisan
- Akar dari hampir semua agama — bahkan monoteisme memiliki elemen animistik (jiwa, roh jahat, malaikat)
- Fondasi spiritualisme, mediumship
- Dasar ekoteologi modern — pandangan bahwa alam memiliki nilai intrinsik
Lihat Juga
Referensi
- Tylor, Edward B. 1871. Primitive Culture. London: John Murray.
- Bird-David, Nurit. 1999. “‘Animism’ Revisited.” Current Anthropology 40.
- Harvey, Graham. 2005. Animism: Respecting the Living World. Columbia University Press.