Konsili Nicea (atau Konsili Nicaea Pertama, 19 Juni – 25 Agustus 325 M) adalah konsili ekumenis pertama dalam sejarah Kristen, yang menghasilkan Credo Nicene (Nicene Creed) dan menetapkan dasar doktrin Trinitas (bdk. doktrin Aritanisme yang ditolak). Dipanggil oleh Kaisar Romawi Konstantinus I setelah dia menyatukan Kekaisaran Romawi di bawah agama Kristen.
Konteks
Persiapan
- 312 M — Konstantinus bertobat di Jembatan Milvian
- 313 M — Edik Milan — kebebasan beragama, termasuk Kristen
- 324 M — Konstantinus menjadi satu-satunya kaisar Romawi
- Kristen mulai penting — masalah teologis jadi masalah negara
Problem Aritanisme
- Arius (256-336 M), imam dari Alexandria
- Ajaran: Anak (Yesus) bukan sama dengan Bapa, tetapi “anak pertama” ciptaan
- “Ada ketika Bapa tidak ada” (ho ouk ōn pote hote ēn)
- “Anak tidak sepenuhnya ilahi” — kontroversial
- Pendukung: banyak uskup, terutama di Mesir dan Libya
- Lawan: Athanasius, Eusebius dari Caesarea, dll.
Tindakan
- 325 M — Konstantinus memanggil konsili untuk menyelesaikan sengketa
- Tempat: Nicea (sekarang Iznik, Turki)
- Tujuan: kesatuan doktrin
Konsili
Peserta
- ±318 uskup (jumlah bervariasi tergantung sumber)
- Dari seluruh Kekaisaran — Eropa, Asia, Afrika
- Mayoritas dari Timur (Asia Minor, Suriah, Mesir)
- Beberapa dari Barat (Roma, Spanyol, Afrika Latin)
- Hadir: Athanasius, Eusebius dari Nicomedia, Eusebius dari Caesarea, Alexander dari Alexandria (kakek Nicholas of Myra?)
- Tidak hadir: Paus Sylvester I (diwakili oleh utusan)
- Hadir dari pemerintah: Kaisar Konstantinus sendiri sebagai pemimpin (kebanyakan)
Sidang
- 19 Juni 325 — Sidang pertama
- Dibagi dua kubu:
- Aritan — sekitar 22 uskup
- Anti-Aritan — sisanya
- Debat — Arius diinterograsi
- Hasil voting — Aritanisme dikutuk dengan suara hampir bulat
Dokumen
1. Credo Nicene (Draf)
- “Kredo dari 318 uskup” — dokumen
- Menyatakan: “Yesus Kristus, Putra Allah, tunggal, homoousios (se-zat/se-essence) dengan Bapa”
- “Homoousios” — kata kunci, bukan sama dengan (homoiousios) — homo-ousia = sama zat
- Menolak: “ada ketika Bapa tidak ada” — dihapus
2. 20 Kanon Konsili
- Kanon 1: Tentang pengebirian diri
- Kanon 2: Aturan ordinasi
- Kanon 3-4: Tentang wanita di rumah
- Kanon 5: Tentang pembaruan gereja
- Kanon 6: Tentang yurisdiksi Alexandria, Antiokhia
- Kanon 7: Pangkat uskup Jerusalem
- Kanon 12-14: Tentang pertobatan
- Kanon 15-18: Tentang transfer uskup
- Kanon 19-20: Tentang Aritanisme
3. Tanggal Paskah
- Paskah (Easter) — ditetapkan di seluruh gereja
- Tidak dengan Yahudi (sering berbeda)
- Minggu pertama setelah bulan purnama pertama setelah vernal equinox
4. Pengembalian Arius
- Arius tidak disingkirkan — hanya dikutuk
- Dibuang ke Illyria (Albania modern)
- Bebas kembali pada 327 M
- Buku-buku dibakar
Homousios — Kontroversi
- “Homoousios” (ὁμοούσιος) — “sama zat/essence”
- Kata Yunani — “homo” (sama) + “ousia” (zat)
- Asal — dari filsafat Plato, dipakai oleh Sabellius
- Diadopsi — Konsili Nicea, menentang Arius
- Pro: Orthodox — Yesus se-zat dengan Bapa
- Kontra: Aritan — “sama zat” = tidak jelas, dipakai oleh Sabellius
- “Homoiousios” — “mirip zat” — alternatif ditolak
- Hasil: homoousios menang, jadi dasar Trinitas
Hasil Jangka Panjang
Doktrinal
- Trinitas — dasar doktrin Kristen Ortodoks
- Aritanisme — ditolak, jadi “bid’ah” (heresy)
- Paskah — tanggal diseragamkan
- Kanon Alkitab — dasar untuk PL+PB
- Hierarki gereja — uskup Roma, Alexandria, Antiokhia, dll.
Politik
- Konstantinus — contoh “kaisar di atas gereja”
- Hubungan gereja-negara — dimulai
- Paus — dikonfirmasikan sebagai figur
- Constantinopel — ibu kota baru (330 M), jadi pusat baru
Sosiologis
- Identitas Kristen — diseragamkan
- Eksklusivisme — “kristen” = yang setuju dengan Nicea
- “Ortodoks” — kata lahir
- “Bid’ah” — keluar dari kesepakatan
Konsili Lanjutan
Konsili Konstantinopel (381 M)
- Konsili ekumenis ke-2 — menetapkan Niceno-Constantinopolitan Creed
- Menambah paragraf tentang Roh Kudus
- Apollinarisme — ditolak (Yesus tidak punya pikiran manusiawi)
Konsili Efesus (431 M)
- Konsili ekumenis ke-3 — Nestorianisme ditolak
- Maria = Theotokos (Mother of God)
Konsili Kalsedon (451 M)
- Konsili ekumenis ke-4 — dua kodrat Kristus
- Monofisitisme — ditolak
- 15 Konsili total dalam sejarah Kristen Ortodoks
Aritanisme Setelahnya
Trending
- 350-400 M — Aritanisme populer di kalangan bangsawan
- Konstantius II (kaisar, 337-361) — pendukung
- Goths — banyak memeluk Aritan
- Vandal — Aritan
Hilang
- 380 M — Theodosius I: Kristen Nicea jadi agama negara
- 404 M — Aritanisme “dibasmikan” oleh Gothic Wars
- Sekarang — minoritas kecil, seperti:
- Gereja Aritan — beberapa denominasi kecil
- Saksi Yehuwa (1914-) — klaim Aritan
- Christadelphians (1848-) — non-Trinitarian
- Unitarian Universalists — non-Trinitarian
Dampak dan Signifikansi
1. Kristologi
- Yesus = Allah sepenuhnya — dasar Kristologi Ortodoks
- Bdk.: Aritan, Sabellian, Modalism — semua ditolak
- Konsili selanjutnya — Kalsedon (451 M), Chalcedonian Definition
2. Biblikal
- Kanon Alkitab — dasar untuk PL+PB
- Tafsir — bergeser ke arah “homoousios”
- Yesus = “Alpha dan Omega” (Wahyu 1:8, 22:13)
3. Politik
- Gereja + negara — model yang bertahan 1.600 tahun
- Konstantinus — pola untuk Byzantium, Tsar Rusia, dll.
- Paus — figur politik
4. Budaya
- Seni — icon (Yesus = Allah)
- Sastra — Athanasius, dll.
- Musik — himne, liturgi
Lihat Juga
- Yesus Kristus — figur
- Perjanjian Baru — kitab
- Martin Luther — reformasi
- Reformasi Protestan — kemudian
- Sejarah Tuhan dan Agama — konteks
Referensi
- Eusebius of Caesarea. 325-340. Vita Constantini (terj. Cameron & Hall, 1999).
- Athanasius. De decretis, De synodis.
- Kelly, J.N.D. 1972. Early Christian Creeds. Longman.
- Hanson, R.P.C. 1988. The Search for the Christian Doctrine of God. T&T Clark.
- Ayres, Lewis. 2004. Nicaea and its Legacy. Oxford.
- Pelikan, Jaroslav. 2003. Credo: Historical and Theological Guide to Creeds and Confessions of Faith in the Christian Tradition. Yale.