Abad Axial

Periode revolusioner 800-200 SM di mana filsafat, monoteisme, dan etika universal muncul hampir bersamaan di Yunani, India, Tiongkok, Persia, dan Israel.

Abad Axial (Axial Age, istilah dari Karl Jaspers, 1949) adalah periode ±800–200 SM yang dianggap sebagai revolusi spiritual terbesar dalam sejarah umat manusia. Di berbagai peradaban, secara hampir bersamaan, muncul pemikir-pemikir besar yang mengubah arah keagamaan, filosofis, dan etis.

“Dasar spiritual umat manusia diletakkan secara bersamaan dan independen di tiga tempat: Cina, India, dan Dunia Barat… dan ini adalah fondasi tempat umat manusia masih bertahan hingga kini.” — Karl Jaspers, The Origin and Goal of History (1949)

Tokoh-Tokoh Axial

DaerahTokohKontribusi
YunaniSocrates, Plato, AristotelesRasionalitas, filsafat kritis
TiongkokKong Fuzi, Mozi, LaoziEtika sosial, harmoni, Dao
IndiaSiddhartha Gautama, Mahavira, Upanishadic thinkersPembebasan, dharma, ahimsa
PersiaZoroasterMonoteisme, борьба добра dan jahat
IsraelPara Nabi (Yesaya, Yeremia, dll.)Monoteisme etis, keadilan

Ciri-Ciri Revolusi Axial

  1. Transendensi — Tuhan/dewa tidak lagi sama dengan alam
  2. Etika universal — bukan hanya untuk klan/suku
  3. Individualisasi — bukan hanya komunal
  4. Refleksi filosofis — bukan hanya ritual
  5. Universalisme — bukan hanya lokal
  6. Inner transformation — transformasi batin, bukan hanya lahiriah

Pengaruh Jangka Panjang

Kontroversi

Warisan

Lihat Juga

Referensi