Mitologi Norse
Mitologi Norse (Norse Kuno: goðafrǫðð, “pengetahuan tentang dewa-dewa”) adalah sistem kepercayaan pra-Kristen bangsa Norse dan Jermanik utara, yang berkembang di Skandinavia, Islandia, dan kepulauan Atlantik dari ±500 SM hingga ±1100 M, ketika kristenisasi menggantikan sistem ini secara resmi.
Mitologi Norse adalah salah satu tradisi mitologis yang paling terdokumentasi dari Eropa pra-Kristen — karena tradisi lisan Skandinavia berlanjut lebih lama dari yang lain, dan karena orang Islandia yang Kristen masih menulis tentang dewa-dewa kuno di abad ke-13 (Prose Edda karya Snorri Sturluson, dan Heimskringla).
Kosmologi
Yggdrasil
Pohon dunia yang menghubungkan sembilan dunia:
- Asgard — dunia para dewa Æsir
- Vanaheim — dunia para dewa Vanir
- Midgard — dunia manusia
- Jötunheim — dunia raksasa
- Niflheim — dunia es dan kabut
- Muspelheim — dunia api
- Álfheimr — dunia elf cahaya
- Svartálfheimr — dunia kurcaci (svartalfar)
- Hel — dunia orang mati
Tiga akar Yggdrasil menyentuh tiga sumur:
- Urdarbrunnr — sumur nasib (dipelihara oleh tiga Nornir)
- Mímisbrunnr — sumur kebijaksanaan (milik Mimir)
- Hvergelmir — sumur yang memberi makan Nidhogg (naga perusak)
Penciptaan
Awalnya ada Ginnungagap (kekosongan). Di utara ada Niflheim (es), di selatan Muspelheim (api). Di mana es dan api bertemu, tetesan embun beku membentuk Ymir, raksasa purba, dan Audhumbla, sapi kosmis. Ymir diperah untuk memberi makan, dan keturunannya — yang ditumbuk oleh Odin dan saudara-saudaranya — menjadi bahan dunia: dagingnya menjadi tanah, darahnya menjadi lautan, tulangnya menjadi gunung, tengkoraknya menjadi langit, dan otaknya menjadi awan.
Para Dewa (Æsir)
Odin
Dewa utama — dewa kebijaksanaan, puisi, perang, dan kematian. Korbannya satu mata untuk minum dari Mímisbrunnr (sumur kebijaksanaan). Tinggal di Asgard, ditemani dua gagak (Huginn “pikiran” dan Muninn “memori”) dan dua serigala (Geri dan Freki). Memimpin Einherjar (pahlawan mati) di Valhalla untuk persiapan Ragnarǫk.
Thor
Dewa guntur — pelindung Midgard dan manusia. Senjatanya Mjolnir (palu), yang kembali ke tangan setelah dilempar. Mengendarai kereta yang ditarik oleh dua kambing (Tanngrisnir dan Tanngnjóstr).
Frigg
Istri Odin — dewi perkawinan, ibu, dan rumah tangga. Memiliki falcon skin yang bisa dipakai terbang.
Freyja
Dewi cinta, kesuburan, perang, dan sihir — pemimpin Valkyrie. Memiliki Brísingamen (kalung). Setelah Ragnarǫk, dia memimpin Fólkvangr (tempat pahlawan wanita).
Freyr
Dewa kesuburan, panen, dan perdamaian — saudara kembar Freyja. Dipercaya oleh Snorri Sturluson sebagai pendiri dinasti Yngling (lihat Ynglinga saga dalam Heimskringla). Membawa kemakmuran dan damai (Frode-peace).
Tyr
Dewa keberanian dan hukum. Kehilangan tangannya saat mengikat serigala Fenrir dengan tali ajaib.
Loki
Trickster god — dewa api, kecerdasan, dan kekacauan. Ayah Fenrir, Jörmungandr (ular Midgard), dan Hel (dewi dunia orang mati). Membantu para dewa dengan tipu dayanya, tapi juga menyebabkan kematian Baldr — yang mengarah pada pengikatannya sampai Ragnarǫk.
Heimdallr
Penjaga Bifrost (jembatan pelangi). Mampu mendengar rumput tumbuh di Midgard dan melihat seratus mil jauhnya. Akan meniup Gjallarhorn untuk mengumumkan Ragnarǫk.
Baldr
Dewa cahaya, keindahan, dan kebaikan — putra Odin dan Frigg. Dibunuh oleh Loki dengan panah mistletoe — sumber kesedihan para dewa.
Ragnarǫk
Ragnarǫk (“nasib para dewa”) adalah kiamat dalam mitologi Norse. Dipicu oleh:
- Kematian Baldr (sudah terjadi)
- Pembebasan Loki dan anak-anaknya
- Musim dingin abadi (Fimbulwinter — tiga musim dingin berturut-turut tanpa musim panas)
- Serangan raksasa dan kapal Naglfar (terbuat dari kuku orang mati)
Dalam Ragnarǫk:
- Odin dimakan Fenrir
- Thor membunuh Jörmungandr tapi membusuk 9 langkah karena racunnya
- Fenrir dibunuh oleh Vidar (putra Odin)
- Loki dan Heimdallr saling membunuh
- Surtr (dewa api Muspel) membakar dunia dengan pedangnya
- Bumi terbenam ke laut
Tapi Ragnarǫk bukan akhir absolut — setelah itu, bumi muncul kembali dengan kehidupan baru. Baldr kembali dari kematian. Beberapa dewa bertahan (Vidar, Vali, Modi, Magni). Ini sangat berbeda dari konsep kiamat Kristen — Ragnarǫk lebih seperti regenerasi kosmis daripada akhir total.
Sumber
- Prose Edda — Gylfaginning, Skáldskaparmál, Háttatal
- Poetic Edda — kumpulan puisi anonim yang lebih tua (Codex Regius, 1270-an)
- Heimskringla — Ynglinga saga — versi euhemeristik
- Saga-saga Islandia — banyak yang merujuk ke dewa-dewa
- Runestones — beberapa menyebut dewa-dewa (tapi banyak yang sudah Kristen)
Pengaruh Modern
- J.R.R. Tolkien — menggunakan banyak nama Norse (Mithrandir = “penjelajah peri” dalam Norse, dll)
- Richard Wagner — Der Ring des Nibelungen (walaupun lebih banyak sumber Volsunga saga)
- Marvel Cinematic Universe — Thor, Loki, Odin, Asgard, Ragnarök
- Neil Gaiman — Norse Mythology (2017)
- Viking metal — Amon Amarth, Bathory, Ensiferum
Lihat juga
- Prose Edda — sumber utama
- Snorri Sturluson — pengarang
- Heimskringla — penggunaan mitologis dalam sejarah raja
- Saga — genre
- Viking Age — konteks
Referensi
- Snorri Sturluson (2005). The Prose Edda. Trans. Jesse L. Byock. Penguin Classics.
- Larrington, Carolyne, trans. (2014). The Poetic Edda. Oxford World’s Classics.
- Wikipedia: Norse mythology (CC BY-SA 4.0).
- Gaiman, Neil (2017). Norse Mythology. W. W. Norton.