Analects (Lunyu)

Kumpulan perkataan Kong Fuzi (Confucius) yang dihimpun murid-muridnya. 20 buku, 500+ pasal. Kitab utama Konfusianisme.

Analects (Hanzi: 論語, Lúnyǔ; “Kumpulan Pernyataan”; Latin: Analecta) adalah kitab utama Konfusianisme yang mencatat perkataan, dialog, dan perbuatan Kong Fuzi (Confucius, 551-479 SM). Dihimpun oleh murid-murid dan murid dari muridnya, ±475-250 SM. Terdiri dari 20 buku (pian) dan sekitar 500 pasal (zhang).

Penulisan

Sejarah

Penulis

20 Buku

Buku 1-3: Belajar & Prinsip Dasar

Buku 4-6: Kebajikan & Junzi

Buku 7-9: Transmisi & Murid

Buku 10-12: Kehidupan Publik

Buku 13-15: Politik & Etika

Buku 16-18: Konteks Sosial

Buku 19-20: Warisan

10 Kutipan Terkenal

  1. “Bukankah menyenangkan belajar?” (1.1) — Xue Er pembuka
  2. “Ren” itu adalah cinta kasih (12.22) — tujuan hidup
  3. “Aku tidak dilahirkan dengan pengetahuan” (7.20) — belajar
  4. “Jangan melakukan yang tidak ingin dilakukan orang lain” (12.2) — Golden Rule
  5. “Pada usia 50, aku mengetahui perintah Surga” (2.4) — kebijaksanaan
  6. “Junzi menuntut dari diri sendiri, orang kecil dari orang lain” (15.21)
  7. “Tiga hal yang ditakuti Kong: perintah Surga, orang besar, kata-kata orang bijak” (16.8)
  8. “Mati itu seperti hari dan malam” — tanpa mistisisme
  9. “Tidak tahu kehidupan, bagaimana bisa tahu kematian?” (11.12)
  10. “Konsisten dalam kebajikan, bukan dalam kesalahan” (15.32)

Tema Utama

1. Ren (仁) — Cinta Kasih

2. Yi (义) — Keadilan

3. Li (礼) — Ritus, Kesusilaan

4. Xiao (孝) — Bakti

5. Tian (天) — Surga

6. Ming (命) — Takdir

7. Junzi (君子) — Orang Susila

Pengaruh

Sejarah

Modern

Barat

Perbandingan dengan Kitab Barat

AspekAnalectsAlkitab (Kristen)Quran
BahasaTionghoa KunoIbrani, Yunani, AramArab
Panjang500 pasal66 kitab114 surah
PenulisMurid-murid KongTradisi PL+PBTradisi Nabi
Periode475-250 SM1000 SM - 100 M610-632 M
TokohKong FuziYesus, MusaMuhammad
FokusEtika sosialKeselamatanHukum + tauhid
TuhanTian (Surga)Allah personalAllah

Kontroversi

Asli atau Tidak

Palsu atau Asli

Modern

Lihat Juga

Referensi