Theravāda

Aliran konservatif Buddhisme yang berpusat di Sri Lanka dan kini dominan di Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, dan sebagian Asia Tenggara. Mengacu pada Pali Canon (Tipitaka) sebagai teks otoritatif.

Theravāda

Theravāda (Sanskerta: Sthaviravāda; Pali: Theravāda) — artinya “Jalan Sesepuh” atau “Ajaran Sesepuh” — adalah aliran konservatif dan tertua dalam Buddhisme. Berpusat di Sri Lanka, aliran ini kini menjadi agama negara di Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Sri Lanka.

Theravāda berpegang teguh pada Pali Canon (Tipitaka) sebagai teks otoritatif, menjunjung tinggi Vinaya (disiplin monastik) secara ketat, dan fokus pada Arahant (pembebasan untuk diri sendiri) — bukan Boddhisattva (pembebasan untuk semua makhluk) seperti Mahāyāna.


Asal Usul

Perpecahan Pertama

Sekitar ±383 SM (±150 tahun setelah Buddha wafat), Sidang Buddhis Kedua di Vaishali menyaksikan perpecahan antara:

Sidang tersebut tidak berhasil menyelesaikan perdebatan 10 aturan yang diajukan oleh bhikkhu Vaishali, dan komunitas terpecah.

Penyebaran ke Sri Lanka

Sekitar ±250 SM, Raja Devanampiya Tissa dari Sri Lanka (Anuradhapura) mendanai kedatangan misi Dharmapala yang dikirim oleh Mahinda — putra Kaisar Ashoka dari India. Anuradhapura menjadi pusat utama Buddhisme Theravāda.

Sanghamitta — saudara Mahinda — membawa pohon Bodhi dari Bodh Gaya ke Sri Lanka (Pohon Anuradhapura yang masih ada) — menjadi peninggalan penting ziarah.

Penyebaran ke Asia Tenggara


Kitab Suci: Pali Canon (Tipitaka)

Theravāda menjunjung tinggi Pali Canon (Tipitaka — “Tiga Keranjang”) sebagai satu-satunya teks otoritatif dari perkataan Buddha.

1. Vinaya Pitaka (Keranjang Disiplin)

Mengatur kehidupan monastik:

2. Sutta Pitaka (Keranjang Khotbah)

Berisi khotbah Buddha (±10.000+ sutta):

3. Abhidhamma Pitaka (Keranjang Metafisika)

Analisis filosofis terhadap Dhamma:


Doktrin Utama Theravāda

1. Arahant Ideal

Tujuan utama: menjadi Arahant — yang mencapai Nirvana untuk diri sendiri.

Berbeda dengan Mahāyāna, Theravāda tidak menekankan Boddhisattva ideal — tetapi beberapa bhikkhu Theravāda mempraktikkan dedikasi Boddhisattva secara sukarela.

2. Pañña (Kebijaksanaan) sebagai Kunci

Penekanan kuat pada meditasi Vipassana (penglihatan-mendalam) dan Samatha (konsentrasi) untuk mengembangkan kebijaksanaan langsung.

3. Vinaya Ketat

Disiplin monastik Theravāda dianggap paling ketat di antara aliran Buddhis. Bhikkhu Theravāda mengikuti 227 aturan dengan teliti.

4. Tiga Tanda Universal (Tilakkhana)

Penekanan kuat pada:


Praktik Ibadah

Meditasi

Uposatha

Setiap purnama dan hari ke-4 bulan purnama, bhikkhu membaca Patimokkha (227 aturan) dan umat awam memperkuat 5 sila dan 8 sila.

Puja

Meditasi-Vipassana Modern


Peran Theravāda Modern

Modernisasi

Ziarah Modern

Tantangan


Lihat juga