Tempat Siddhartha Gautama mencapai Parinirvana pada usia 80 tahun, di Republik Malla kuno (sekarang di Uttar Pradesh, India). Salah satu dari empat tempat ziarah utama Buddhisme.
Kushinagar (Hindi: कुशीनगर; Pali: Kusinārā) adalah tempat Siddhartha Gautama (Buddha) mencapai Parinirvana (kematian fisik dan pembebasan final) pada purnama Vesakha (Mei) ±483 SM, di usia 80 tahun, di Republik Malla kuno — sekarang di Distrik Kushinagar, Uttar Pradesh, India.
Kushinagar adalah salah satu dari empat tempat ziarah utama (Chatur Tirtha) Buddhisme, bersama Lumbini, Bodh Gaya, dan Sarnath. Pada 1876, arkeolog Inggris Alexander Cunningham berhasil mengidentifikasi reruntuhan kuno di sini — memulai pemugaran dan ziarah modern ke tempat ini.
Tepat sebelum wafat, Buddha tiba di Kushinagar setelah ±40 km perjalanan dari Pāvā (sekitar 3 bulan sebelum wafat). Ia meminta para bhikkhu untuk membaringkannya di antara dua pohon sala (Shorea robusta) kembar, dengan kepala menghadap utara.
Kepada para bhikkhu yang berkumpul, Buddha menyampaikan khotbah terakhir:
“Sekarang, bhikkhu, aku memberitahukan: Semua yang terkondisi (sankhara) tunduk pada kerusakan (vaya-dhamma). Selesaikan tugas-Mu dengan kewaspadaan (appamādena sampādetha).”
Para bhikkhu yang berkumpul menangis. Buddha menenangkannya, lalu melanjutkan:
“Jangan khawatir. Jika kalian mengira Dhamma akan lenyap ketika aku pergi, tidak. Aku sudah mengajarkan 84.000 unit Dhamma. Setelah aku pergi, Sangha harus berpegang pada Dhamma-Vinaya sebagai guru.”
“Sahabat, mereka yang memikirkan pertanyaan tentang pendiri atau doktrinnya akan menemukan jawabannya. Karena aku tidak membubarkan komunitas; aku telah membentuk komunitas.”
Sebelum Parinirvana, Buddha masuk ke jhana — empat tingkat konsentrasi berurutan, naik dan turun, dan kembali ke jhana 4 sebelum wafat:
Saat fajar menyingsing, Buddha wafat — di purnama Vesakha, tanggal yang sama ketika ia mencapai pencerahan 45 tahun sebelumnya.
Sahabat Ananda dan 500 bhikkhu lainnya menangis. Para dewa bersedih. Vasavartin dewa membuka tutup peti relikui Buddha.
Para Malla dari Kushinagar memandikan jenazah Buddha, membungkus dengan kapas, dan meletakkannya di tempat pemakaman kerajaan selama 7 hari untuk dihomage. 8 bangsawan Malla masing-masing menabuh genderang untuk pemakaman.
Hasil kremasi Buddha dibagi:
| Pembagian | Tujuan |
|---|---|
| 8 bagian relikui | 8 kerajaan: Magadha, Sakya, Bulaya, Koliya, Malla (Kushinagar), Bṛhad-Vṛkkiya, Malla (Pāvā), Moriyas |
| Abu dan arang | Moriyas |
| Tulang selangka | Brahmana Drona |
| Hati Buddha | Raja Naga |
| Mangkuk dan air | Para dewa |
Masing-masing 8 kerajaan membangun stupa (reliquary) untuk menyimpan bagian relikui yang diterima. Stupa-stupa ini menjadi situs ziarah penting yang bertahan selama berabad-abad, dan beberapa masih dapat dirunut jejak arkeologisnya sampai sekarang.
Kuil modern yang dibangun di atas reruntuhan vihara kuno — di dalamnya terdapat patung Buddha berbaring yang menggambarkan momen Parinirvana, panjang 6,1 meter. Kuil ini menjadi situs ziarah utama bagi umat Buddha.
Stupa besar yang konon menandai tempat kremasi Buddha. Tinggi 49 kaki (15 m) — masih terlihat.
Reruntuhan vihara kuno — tempat para bhikkhu bermukim selama kremasi Buddha.
Vihara matha (sarana pertapaan) dari Kushinagar.
Kushinagar adalah satu-satunya tempat di mana Buddha wafat secara fisik — sehingga menjadi lambang:
Umat Buddha yang mengunjungi Kushinagar berdoa untuk kewaspadaan dan mengingat bahwa setiap makhluk akan menghadapi kematian — seperti Buddha.
Setiap tahun pada purnama Vesakha (Mei), umat Buddha dari seluruh dunia berziarah ke Kushinagar untuk memperingat tiga peristiwa penting: