Taman Siswa

Sistem sekolah yang didirikan Ki Hajar Dewantara 3 Juli 1922 dengan prinsip Sistem Among—pendidikan yang memerdekakan anak.

Taman Siswa adalah sistem sekolah yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Berfokus pada pendidikan karakter dan pembebasan manusia Indonesia dari ketidaktahuan dan penjajahan pikiran, dengan prinsip “Sistem Among” — guru sebagai pengasuh, bukan pengajar. Alumnus terkenal antara lain Soekarno, Sutan Sjahrir, Muh. Yamin, dan Amir Sjarifuddin.

Sejarah

TahunPeristiwa
1922Pendirian di Yogyakarta, 3 Juli
1924Didukung oleh Sarekat Islam
1927Perluasan ke berbagai daerah
1930Pemerintah kolonial membatasi (Ordonansi Sekolah Liar)
1942-1945Jepang biarkan berjalan
1945-1950Boom setelah kemerdekaan, jadi model sekolah Indonesia
1950-1965Di bawah Soekarno, taman siswa tetap jadi simbol pendidikan nasional
1965-1998Orde Baru tidak akui, di-bypass
1998-sekarangKebangkitan, ±500 Taman Siswa aktif

Prinsip Dasar

1. Sistem Among

2. Merdeka Belajar

3. Ngamong

4. Pengajaran yang Menyenangkan

5. Biaya Murah (Bahkan Gratis)

Pancawardhana (5 Tujuan Pendidikan)

PrinsipKeterangan
Kodrat AlamMenghormati dan mengembangkan potensi alam setiap anak
Kodrat ZamanPendidikan relevan dengan zamannya
Kodrat MasyarakatPendidikan untuk melayani masyarakat
Kodrat PerikeadilanPendidikan berkeadilan
Keinsafan DiriPendidikan sebagai perjalanan mengenal diri

Program Pendidikan

Jenjang

Ekstra-Kurikuler

Alumni Terkenal

”Tiga Serangkai” (Julukan)

Lainnya

Varian dan Pewaris

JenisKeterangan
Taman Siswa (Yayasan)Yayasan asli, di bawah keluarga Ki Hajar
Taman DewasaUntuk orang dewasa (pemberantasan buta huruf)
Kursus PegawaiUntuk PNS/pegawai
Ksatrya TamaVarian di Bandung (Moh. Sjafei, murid Ki Hajar)
Sekolah IndonesiaVarian modern

Pengaruh Internasional

Kemunduran (1965-1998)

Saat Orde Baru Soeharto berkuasa:

Kebangkitan (1998-sekarang)

Pengaruh pada Sistem Pendidikan Indonesia Modern

AspekKi Hajar Dewantara / Taman SiswaModern
FilosofiMerdeka belajar, sistem amongKurikulum Merdeka
OutcomeProfil karakter, kemandirianProfil Pelajar Pancasila
MetodeProjek, bermain, eksperimenP5 (Projek Profil)
Peran guruPengasuh (among)Fasilitator, mentor
PenilaianTidak ada ranking, portofolioAsesmen formatif, AN
KurikulumFleksibel, lokalATP lokal, 20-30% projek

Lihat Juga

Referensi