Dhammapada

Kumpulan pepatah Buddha, 423 bait puisi etis. Bagian dari Khuddaka Nikaya (Theravada). Kitab Buddhis paling populer untuk pemula.

Dhammapada (Pali: Dhammapada, “Jalan Kebenaran” atau “Ayat Kebenaran”) adalah kumpulan 423 bait puisi Buddhis yang dianggap kata-kata Buddha sendiri. Bagian dari Khuddaka Nikaya (Kitab Kecil) dalam Sutta Pitaka, tradisi Theravada. Merupakan kitab Buddhis paling populer untuk pemula.

Struktur

26 Vagga (Bab)

  1. Yamakavagga (Pasangan) — tentang dualitas
  2. Appamadavagga (Kewaspadaan)
  3. Cittavagga (Pikiran)
  4. Pupphavagga (Bunga)
  5. Balavagga (Orang Bodoh)
  6. Panditavagga (Orang Bijak)
  7. Arahantavagga (Yang Suci)
  8. Sahassavagga (Seribu)
  9. Papavagga (Kejahatan)
  10. Dandavagga (Hukuman)
  11. Jaravagga (Usia Tua)
  12. Attavagga (Diri)
  13. Lokavagga (Dunia)
  14. Buddhavagga (Buddha)
  15. Sukhavagga (Kebahagiaan)
  16. Piyavagga (Yang Dicintai)
  17. Kodhavagga (Kemarahan)
  18. Malavagga (Najis)
  19. Dhammatthavagga (Yang Benar)
  20. Maggavagga (Jalan)
  21. Pakinnakavagga (Bercampur)
  22. Nirayavagga (Neraka)
  23. Nagamavagga (Gajah)
  24. Tanhavagga (Nafsu)
  25. Bhikkhuvagga (Bhikkhu)
  26. Brahmavagga (Brahma)

Tema Utama

1. Pikiran adalah Segalanya

Bab 1: Yamakavagga — bait 1-2:

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu. Pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembuat. Jika seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran jahat, maka penderitaan mengikutinya, seperti roda gerobak mengikuti langkah kaki lembu.”

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu. Pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembuat. Jika seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran murni, maka kebahagiaan mengikutinya, seperti bayangan yang tidak pernah terpisah.”

2. Kewaspadaan

Bab 2: Appamadavagga — bait 21:

“Kewaspadaan adalah jalan menuju keabadian. Kelalaian adalah jalan menuju kematian. Yang waspada tidak mati. Yang lalai sudah seperti mati.”

3. Mengatasi Pikiran

Bab 3: Cittavagga — bait 35:

“Sukar mengendalikan pikiran. Cepat dan ke mana-mana. Baik untuk menahannya. Pikiran yang terkendali membawa kebahagiaan.”

4. Bunga

Bab 4: Pupphavagga — bait 42:

“Seperti petugas yang mengambil bunga-bunga di jalan, membandingkan dengan tangannya yang penuh, maka kehidupan manusia berlalu. Dan mereka yang bijak, melihat dan memahami, tidak terlambat.”

5. Orang Bodoh

Bab 5: Balavagga — bait 60:

“Panjang adalah malam bagi yang jaga. Panjang adalah satu mil bagi yang lelah. Panjang adalah samsara bagi yang bodoh dan tidak mengenal Dhamma.”

6. Orang Bijak

Bab 6: Panditavagga — bait 78:

“Janganlah bergaul dengan teman-teman yang tidak baik, janganlah bergaul dengan orang-orang rendahan. Bergaullah dengan teman-teman yang baik, bergaullah dengan orang-orang yang terbaik.”

7. Orang Suci

Bab 7: Arahantavagga — bait 90:

“Yang telah mengatasi rintangan yang tak terhitung jumlahnya, seperti bulan yang terlepas dari awan, yang telah melampaui kekacauan, yang telah menemukan pencerahan — dia yang bijaksana.”

8. Neraka

Bab 22: Nirayavagga — bait 306-307:

“Siapa yang berkata bohong, yang menyangkal apa yang telah dilakukannya, yang tidak melihat ketaatan moral, dia tidak menemukan kebahagiaan di dunia ini atau di dunia lain.”

“Siapa yang berkata bohong, yang menipu dengan sengaja, tidak menemukan kebahagiaan di dunia ini atau di dunia lain.”

9. Gajah

Bab 23: Nagamavagga — bait 320:

“Seperti gajah di medan perang memikul anak panah yang ditembakkan, begitulah aku menanggung cercaan. Banyak orang yang tidak bermoral, yang tidak terkendali.”

10 Kutipan Terkenal

  1. “Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu” (1.1)
  2. “Kewaspadaan adalah jalan menuju keabadian” (2.21)
  3. “Kemarahan tidak berakhir melalui kemarahan” (1.5)
  4. “Kesehatan adalah keuntungan terbesar” (15.203)
  5. “Lebih baik daripada seribu kata kosong adalah satu kata yang membawa perdamaian” (8.100)
  6. “Caci maki dan cercaan tidak pernah membawa kemenangan” (8.102)
  7. “Orang yang diliputi ketakutan akan mencari perlindungan” (2.188)
  8. “Yang terbesar di antara orang-orang adalah orang yang telah mengatasi kemarahan” (17.221)
  9. “Tidak ada api yang sebesar nafsu” (23.251)
  10. “Kehidupan yang baik adalah yang paling utama” (4.196)

Bahasa

Pengaruh

Buddhis

Barat

Indonesia

Adaptasi

Sastra

Musik

Kontroversi

Kanon

Modern

Lihat Juga

Referensi