Ki Hajar Dewantara

Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, pendiri Taman Siswa, pencetus semboyan 'Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani'.

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (selanjutnya bernama Ki Hajar Dewantara, 2 Mei 1889 – 26 April 1959) adalah pahlawan nasional Indonesia, pendiri Taman Siswa (1922), dan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Hari lahirnya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ia mencetuskan semboyan pendidikan legendaris: “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.”

Biografi

Masa Muda

Aktivisme Politik (1908-1920)

Pendiri Taman Siswa (1922)

Semboyan “Tut Wuri Handayani”

Ing Ngarso Sung TulodoDi depan, memberi teladan Ing Madya Mangun KarsaDi tengah, membangun semangat Tut Wuri HandayaniDi belakang, memberikan dorongan

Prinsip ini diadopsi dari tradisi pewayangan dan falsafah Jawa, di mana guru bukan otoritas yang menindas, tapi panutan di depan, motivator di tengah, penyokong di belakang. Dipakai hingga kini oleh Kemendikbudristek sebagai logo.

Filosofi Pendidikan

1. Sistem Among

2. Merdeka Belajar

3. Pancawardhana

Lima tujuan pendidikan Taman Siswa:

  1. Kodrat alam — pengembangan sesuai alam
  2. Kodrat zaman — relevan dengan zamannya
  3. Kodrat masyarakat — berguna untuk masyarakat
  4. Kodrat perikeadilan/keadilan — berkeadilan
  5. Keinsafan diri — kesadaran diri sebagai manusia

4. Pendidikan Seumur Hidup

Taman Siswa

Tujuan

Sistem

Perkembangan

Pengaruh

Pendidikan Modern Indonesia

Internasional

Hari Pendidikan Nasional

Warisan

  1. Sekolah Taman Siswa masih ada di Indonesia
  2. Hari Pendidikan Nasional 2 Mei
  3. Semboyan “Tut Wuri Handayani” jadi logo Kemendikbud
  4. Pancasila — salah satu perumus substansial (Pancasila sendiri oleh Soekarno, tapi substansi “kebangsaan + kemanusiaan + kerakyatan” sudah ada di pemikiran Ki Hajar)
  5. “Merdeka Belajar” Nadiem Makarim = reinkarnasi “Sistem Among”
  6. Pendidikan karakter Indonesia modern

Kritik terhadap Pemikiran Ki Hajar

Lihat Juga

Referensi