Komunitas monastik Buddhis — kumpulan bhikkhu (biarawan), bhikkhuni (biarawati), dan umat awam yang mengikuti Jalan Mulia Berunsur Delapan. Salah satu dari Tiga Permata (Triratna) Buddhisme.
Sangha (Sanskerta: Saṅgha; Pali: Sangha) adalah komunitas atau perkumpulan Buddhis — yang merujuk baik pada komunitas monastik (bhikkhu/bhikkhuni) maupun umat awam (upasaka/upasika). Sangha adalah salah satu dari Tiga Permata (Triratna) Buddhisme — bersama Buddha dan Dharma — yang menjadi objek perlindungan dan sumpah bagi setiap umat Buddhis.
Sangha didirikan secara resmi setelah Buddha menyampaikan sermon pertama di Sarnath pada purnama Ashadha ±528 SM, ketika Kondañña menjadi arahant pertama dan menjadi anggota pertama Sangha yang resmi.
Saat Buddha berhasil mencapai Penerangan Sempurna di Bodh Gaya, ia berjalan ke Sarnath untuk menemui 5 sahabat lama yang dulu meninggalkannya karena melepas asketisisme — Kondañña, Vappa, Bhaddiya, Mahanama, dan Assaji.
Saat Buddha menyampaikan sermon pertama (Dhammacakkappavattana Sutta), Kondañña menjadi orang pertama yang mencapai Arahant — pembebasan total. Ia meminta Buddha untuk menerimanya ke dalam komunitas.
Buddha, dengan tenang, menjawab:
“Marilah, bhikkhu. Dhamma telah diajarkan dengan baik. Hiduplah dalam Vinaya yang telah menetapkan jalan untuk menemukan kebebasan.”
Frasa “Ehi bhikkhu” (Marilah, bhikkhu) menjadi upacara resmi penerimaan Sangha yang masih digunakan — dan memberi model penerimaan untuk semua bhikkhu berikutnya.
Segera setelah sermon pertama, Buddha mengirim 60 arahant ke seluruh India:
“Pergilah, para bhikkhu, demi kebaikan banyak orang, demi kebahagiaan banyak orang, demi belas kasihan terhadap dunia, demi kebaikan, kebaikan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia. Janganlah dua orang pergi ke arah yang sama. Ajarkanlah Dhamma yang indah di awal, indah di tengah, indah di akhir — baik dalam spirit maupun dalam huruf. Tunjukkan kehidupan murni yang sempurna dan utuh.”
Ini adalah ekspansi pertama Sangha.
Anggota komunitas monastik laki-laki. Setelah menerima upasampada (upacara penuh menjadi bhikkhu), mereka diminta mengikuti 227 aturan Vinaya Patimokkha (Patimokkha — kode etik monastik).
Ciri-ciri bhikkhu:
Komunitas monastik perempuan, didirikan 5 tahun setelah bhikkhu — setelah Mahāprajāpati (bibinya) 3 kali memohon kepada Buddha. Buddha akhirnya menerima dengan 8 Garudhamma (peraturan tambahan) yang harus dipatuhi.
Ciri-ciri bhikkhuni:
Umat awam Buddhis yang tidak menjalani kehidupan monastik tetapi mengikuti Dhamma:
Setiap umat Buddhis mengambil “tiga perlindungan” (ti-sarana) yang dirangkum dalam Tiga Permata:
“Saya berlindung kepada Buddha. Saya berlindung kepada Dharma. Saya berlindung kepada Sangha.”
Ini adalah sumpah paling mendasar dalam Buddhisme, yang diambil baik oleh bhikkhu maupun umat awam.
Vinaya (Pali) adalah peraturan monastik yang mengatur kehidupan Sangha. Patimokkha adalah kumpulan aturan yang dibacakan setiap 2 minggu (uposatha) oleh komunitas.
| Jenis | Aturan | Pelanggaran |
|---|---|---|
| Pārājika (4 untuk bhikkhu, 8 untuk bhikkhuni) | Pelanggaran berat | Pengusiran dari Sangha |
| Saṅghādisesa (13) | Pelanggaran serius | Penangguhan sementara |
| Nissaggiya Pācittiya (30) | Pelanggaran karena kesalahan | Penebusan dengan melepas objek |
| Pācittiya (92) | Pelanggaran | Penebusan dengan pengakuan |
| Pāṭidesanīya (4) | Pelanggaran ringan | Pengakuan |
| Sekhiya (75) | Pelanggaran latihan | Perbaikan perilaku |
| Adhikarana Samatha (7) | Aturan prosedural | Mediasi |
4 Pārājika (pengusiran otomatis) untuk bhikkhu:
Sangha adalah penjaga Dhamma — melalui hafalan, diskusi, dan transmisi teks. Selama 500 tahun setelah Buddha, Dhamma disimpan dalam hafalan para bhikkhu, bukan tulisan.
Sangha mengajar umat melalui:
Sangha membangun vihara (biara) di seluruh dunia — tempat yang berfungsi sebagai:
Buddha sendiri mengirim 60 arahant pertama untuk menyebarkan Dhamma. Sejak saat itu, Sangha terus menyebarkan Buddhisme ke seluruh Asia dan kini ke seluruh dunia.
Sidang Buddhis Kedua (Vaishali, ±383 SM) menyaksikan perpecahan menjadi:
| Aliran | Periodo | Pusat | Ciri Khas |
|---|---|---|---|
| Theravāda | Abad ke-3 SM | Sri Lanka, Asia Tenggara | Pali Canon, konservatif, Sthaviravada |
| Mahāyāna | Abad ke-1 M | India Utara, Asia Timur | Sutra tambahan, Boddhisattva ideal, Śūnyatā |
| Vajrayāna | Abad ke-4-5 M | Tibet, Mongolia | Mantra, mandala, ritual esoteris |