Tujuan akhir Buddhisme — pembebasan total dari siklus kelahiran-kematian (samsara), lenyapnya thirst (tanha) dan noda batin (asava). Berbeda dengan moksa Hindu atau masuk surga dalam agama samawi.
Nirvana (Pali: Nibbāna; Sanskerta: Nirvāṇa) adalah tujuan akhir Buddhisme — pembebasan total dari siklus samsara (kelahiran-kematian), lenyapnya thirst (tanha), kebencian (dosa), dan kebodohan (moha). Dalam bahasa literal, “nirvana” berarti “padam” — seperti lilin yang dipadamkan, bukan menghilang tetapi menghentikan api yang memperpanjang siklus samsara.
Nirvana adalah “tidak terkondisi” (asaṅkhata), tidak bisa didefinisikan dalam bahasa manusia, dan berbeda secara fundamental dari:
Buddha menggunakan analogi api berulang kali:
“Nibbāna — unsur hampa, yang tidak terkondisi (asaṅkhata), tidak dibuat (akata), tidak terbentuk (asaṃkhata)…”
Nirvana adalah satu-satunya yang “tidak terkondisi” (asaṅkhata) — semua fenomena lain di samsara tunduk pada:
Nirvana bukan dari kategori ini.
Nirvana adalah penghentian (nirodha) dari:
Nirvana = akhir dari dukkha (Kebenaran Mulia ke-3).
Buddha menolak 4 definisi “absolut” tentang Nirvana:
Arahant yang masih hidup — mencapai Nirvana dengan tubuh jasmani masih ada. Tidak lagi mengalami thirst, kebencian, kebodohan — tetapi tubuhnya tetap ada sampai Parinirvana (kematian).
Parinirvana — akhir tubuh jasmani. Arahant meninggal dan tidak terlahir lagi di samsara. Istilah “Parinirvana” (penyempurnaan Nirvana) menandai akhir dari eksistensi jasmani.
| Taham | Pengertian | Berapa Kali Kembali |
|---|---|---|
| Sotapanna | ”Masuk-aliran” — pertama-tama melihat Dhamma | maks 7 kali |
| Sakadagami | ”Kembali-sekali” — mengurangi kemarahan & nafsu | 1 kali |
| Anāgāmi | ”Tidak-kembali” — bebas dari ikatan indrawi | 0 (terlahir di alam Brahma) |
| Arahant | ”Yang Layak” — bebas total | 0 (Parinirvana) |
| Aspek | Mokṣa (Hindu) | Nibbāna (Buddha) |
|---|---|---|
| Tujuan | Peleburan Ātman ke Brahman | Penghentian thirst, tidak ada peleburan |
| Ātman | Diakui | Ditolak (anatta) |
| Jalan | Yoga, bhakti, kebijaksanaan | Jalan Mulia 8 Unsur |
| Tuhan | Pencipta (Ishvara) | Tidak relevan |
| Aspek | Surga | Nibbāna |
|---|---|---|
| Lokasi | Di atas (alam surgawi) | Tidak di mana pun (tanpa ruang) |
| Kekalan | Tidak kekal (masa surga terbatas) | Kekal (setelah Parinirvana) |
| Konsep diri | Jiwa masih ada | Tidak ada diri |
| Kebahagiaan | Hedonistik | Bukan sensasi |