Teknik meditasi Buddhis kuno yang diajarkan oleh Buddha sendiri — untuk melihat realitas apa adanya (anicca, dukkha, anatta) dan mencapai Nirvana. Disiarkan ke seluruh dunia oleh S.N. Goenka pada abad ke-20.
Meditasi Vipassana (Pali: Vipassanā; Sanskerta: Vipaśyanā) — artinya “penglihatan-mendalam” atau “penglihatan yang jelas” — adalah teknik meditasi Buddhis yang diajarkan oleh Buddha sendiri untuk melihat realitas apa adanya (yittyathā-bhūta) dan mencapai Nirvana. Teknik ini menjadi praktik meditasi paling otoritatif dalam Buddhisme, dan disiarkan ke seluruh dunia oleh S.N. Goenka pada abad ke-20.
Berbeda dengan Samatha (konsentrasi), Vipassana mengembangkan kebijaksanaan (paññā) dengan mengamati sensasi fisik dan pikiran dengan sadar dan tidak bereaksi.
Buddha Gautama mengajarkan Vipassana secara langsung dalam banyak sutta (khotbah), termasuk:
Buddha: “Vipassana, bhikkhu, adalah untuk mencapai Arahattaphala.” (Nirvana)
Meditasi Vipassana dilestarikan di Myanmar selama berabad-abad oleh mata rantai guru-meditas — menjadi satu-satunya negara yang mempertahankan tradisi meditasi asli tanpa putus.
Ledi Sayadaw (Ledi-zaw-thiri-kyaw-thu) adalah monastik Myanmar yang dianggap sebagai pemikir penting yang membuka Vipassana untuk umat awam (bukan hanya bhikkhu). Ia menulis manual Vipassana dalam bahasa Burma, sehingga setiap orang bisa belajar.
U Ba Khin adalah pemegang Kementerian Keuangan Myanmar yang mendirikan kursus Vipassana 10 hari pertamanya di International Meditation Centre di Yangon, Myanmar. Ia mengajarkan S.N. Goenka dan mendefinisikan metode modern Vipassana.
Satya Narayan Goenka (lahir di Burma/Myanmar) dari keluarga India Bhojpuri, menjadi penyiar utama Vipassana ke seluruh dunia:
Goenka menekankan:
Kursus Vipassana 10 hari standar:
| Hari | Kegiatan |
|---|---|
| 1–3 | Anapana (meditasi napas) — fokus pada sensasi napas di area segitiga hidung-bibir-atas |
| 4–6 | Vipassana — mengamati sensasi fisik di seluruh tubuh |
| 7–9 | Vipassana lanjutan — melihat anicca, dukkha, anatta |
| 10 | Refleksi dan “metta” (cinta kasih universal) |
Aturan ketat:
Langkah pertama — fokus pada sensasi napas di area antara lubang hidung dan bibir atas (area “segitiga”). Tujuan:
Langkah kedua — setelah Anapana stabil, mengamati sensasi fisik di seluruh tubuh — tidak hanya area segitiga. Tujuannya:
Kombinasi antara Samatha (konsentrasi) dan Vipassana (penglihatan-mendalam). Ini adalah meditasi Buddhis yang paling mendasar — semua sekolah Buddhis mengakui perlunya keduanya.
Keseimbangan mental — tidak bereaksi terhadap sensasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Kunci untuk melihat anicca dan dukkha dengan jelas.
“Teknik ini diajarkan oleh Buddha sendiri — saya tidak menemukan, saya menerima dari guru dan meneruskan.”
Goenka secara konsisten menekankan bahwa Vipassana: