KIP Kuliah

Kartu Indonesia Pintar Kuliah — program beasiswa dari Kemendiktisaintek untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Tahun 2025 menembus 1.053.851 penerima, lebih dari target 1.040.192.

KIP Kuliah

KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) — sebelumnya bernama Bidikmisi — adalah program beasiswa pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Program ini mencapai 1.053.851 penerima di tahun 2025 — melampaui target 1.040.192 — menjadikan KIP Kuliah sebagai program beasiswa pendidikan tinggi terbesar di Indonesia.


Sejarah

Asal-usul: Bidikmisi (2010)

Bidikmisi (Bantuan Belajar Mahasiswa Miskin Berprestasi) diluncurkan pada 2010 oleh Kemendiknas (saat itu di bawah kepemimpinan M. Nuh). Tujuannya: membantu mahasiswa miskin berprestasi untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Ganti Nama Menjadi KIP Kuliah (2018)

2018 — Kemendikbudristek mengganti nama Bidikmisi menjadi KIP Kuliah untuk menyelaraskan dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang sudah ada di tingkat SMA/sederajat.

Per 2025: Kemendiktisaintek

2024 — Kementerian dipecah menjadi:

KIP Kuliah sekarang diurus oleh Kemendiktisaintek melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT).


Cakupan dan Anggaran 2025

Anggaran

Jenis Bantuan

1. Bantuan Hidup (per bulan)

WilayahBesaran
Provinsi 1-3 (Papua, Papua Barat, Maluku, NTT, dll)Rp1.400.000
Provinsi 4-15Rp1.150.000
Provinsi lainnyaRp950.000
Wilayah JabodetabekRp800.000

2. Bantuan Pendidikan (per semester)

Akreditasi ProdiBesaran
A (Unggul)Rp8.000.000
KedokteranRp12.000.000
B (Baik Sekali)Rp4.000.000
C (Baik)Rp2.400.000

Catatan: Bantuan tidak boleh digabung dengan beasiswa lain dari APBN/APBD dengan komponen sama.

3. Pembebasan Biaya Pendaftaran

Penerima KIP Kuliah tidak dipungut biaya pendaftaran seleksi masuk (SNBP, SNBT, mandiri).


Syarat Penerimaan

Kriteria Utama (Salah Satu)

  1. Pemegang KIP Pendidikan Menengah (saat SMA/sederajat)
  2. Terdata dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
  3. Menerima program bantuan sosial (PKH, KKS)
  4. Desil 1-3 Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE)
  5. Mahasiswa panti sosial/panti asuhan

Kriteria Alternatif (Jika Tidak Memenuhi 5 di Atas)

Kriteria Akademik


Distribusi Provinsi 2025

Top 5 (Pulau Jawa)

ProvinsiPenerima
Jawa Timur132.265
Jawa Barat126.112
DKI Jakarta±45.000
Jawa Tengah±40.000
DI Yogyakarta±15.000

Top 5 (Sumatera & Kalimantan)

ProvinsiPenerima
Sumatera Utara84.617
Aceh55.517
Sumatera Barat39.118
Sumatera Selatan27.845
Lampung26.604
Provinsi (Kalimantan)Penerima
Kalimantan Timur18.845
Kalimantan Barat16.355
Kalimantan Selatan13.043
Kalimantan Tengah6.945
Kalimantan Utara3.225

Cakupan Universitas

23 PTN-BH (Penuh)

23 PTN dengan status Badan Hukum menerima KIP Kuliah untuk semua program studi terakreditasi A/B:

40+ PTN-BLU

40 lebih PTN Badan Layanan Umum dengan program terakreditasi.

60+ PTN-Satker

60 lebih PTN Satuan Kerja di seluruh Indonesia.

4.300+ PTS


Jenis Program Pendukung

MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat)

Kampus Mengajar

Dampak KIP Kuliah

  1. Akses: dari tidak mungkin menjadi mungkin
  2. Kualitas: bisa fokus studi tanpa khawatir biaya
  3. Mobilitas sosial: dari keluarga miskin ke sarjana
  4. Ekonomi: membantu 10% mahasiswa Indonesia

Perbandingan dengan Beasiswa Lain

BeasiswaPenyediaCakupanBesaran
KIP KuliahKemendiktisaintek1.000.000+Rp2.4-12jt + Rp800rb-1.4jt/bulan
Beasiswa LPDPLPDP5.000+Rp12-24jt/tahun (S2/S3)
Beasiswa UnggulanKemendiktisaintek1.500+Rp6-9jt/semester
Beasiswa BAZNASBAZNAS5.000+Rp1-3jt/tahun
Beasiswa BCABCA500+Bervariasi
Beasiswa DjarumDjarum1.000+Bervariasi

KIP Kuliah adalah yang terbesar dari sisi jumlah penerima.


Regulasi dan Pedoman

Permendikbudristek 39/2025

Permendiktisaintek 2/2024 (SSBOPT)

Prosedur Pendaftaran

  1. Kunjungi kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id
  2. Klik “daftar/masuk” lalu pilih “daftar akun”
  3. Masukkan NIK, NISN, NPSN (data Dapodik)
  4. Cek email untuk nomor pendaftaran dan kode akses
  5. Lengkapi formulir dengan data pribadi, keluarga, ekonomi
  6. Unggah dokumen pendukung (KTP, KK, SKTM, foto rumah, rekening listrik)
  7. Pilih jalur seleksi (SNBP, SNBT, mandiri)
  8. Simpan dan tunggu verifikasi
  9. Pengumuman oleh masing-masing PT

Lihat juga


Referensi