Inti ajaran Buddha yang diajarkan dalam sermon pertama di Sarnath (Dhammacakkappavattana Sutta): kebenaran tentang penderitaan, asal-usul, akhir, dan jalan menuju pembebasan.
Empat Kebenaran Mulia (Pali: Cattāri Ariya-saccāni) adalah inti ajaran Buddha yang diajarkan dalam sermon pertama Buddha di Sarnath — Dhammacakkappavattana Sutta (Pemutaran Roda Dhamma) — kepada 5 sahabat pertamanya pada purnama Ashadha ±528 SM.
Empat Kebenaran Mulia adalah kerangka diagnostik yang diajukan oleh Buddha untuk memahami penderitaan (dukkha) dan jalan untuk mengakhirinya — sering dibandingkan dengan analogi seorang dokter:
“Inilah, para bhikkhu, kebenaran mulia tentang penderitaan (dukkha): Kelahiran adalah penderitaan, penuaan adalah penderitaan, penyakit adalah penderitaan, kematian adalah penderitaan, kesedihan dan ratapan adalah penderitaan, perpisahan dari yang dicintai adalah penderitaan, perolehan yang tidak diinginkan adalah penderitaan. Singkatnya: lima agregat penjempolan adalah penderitaan.”
Dukkha sering diterjemahkan sebagai “penderitaan” — tetapi sebenarnya lebih luas:
“Singkatnya: 5 agregat penjempolan adalah penderitaan”:
“Inilah, para bhikkhu, kebenaran mulia tentang asal penderitaan: Ini adalah thirst (tanha) — nafsu yang menghasilkan kelahiran kembali, terikat dengan kesenangan yang intens. Ini adalah: thirst untuk kenikmatan indrawi, thirst untuk keberadaan dan becoming, thirst untuk annihilasi.”
Ketiganya menyebabkan penjempolan (upādāna) → menjadi (bhava) → kelahiran (jāti) → usia tua dan kematian (jarā-maraṇa) → penderitaan.
“Inilah, para bhikkhu, kebenaran mulia tentang pengakhiran penderitaan: Ini adalah pengakhiran total dari thirst, meninggalkannya, melepaskannya, terbebas darinya. Nirvana.”
Nirvana (Pali: Nibbāna) adalah:
“Inilah, para bhikkhu, kebenaran mulia tentang jalan menuju pengakhiran penderitaan — Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Aṭṭhaṅgika Magga)…”
Jalan Mulia 8 Unsur:
Setiap Kebenaran Mulia memiliki tugas yang sesuai:
| Kebenaran | Tugas |
|---|---|
| 1. Dukkha | Dipahami (pariññeyya) |
| 2. Samudaya | Ditinggalkan (pahātabba) |
| 3. Nirodha | Dicapai (sachikātabba) |
| 4. Magga | Dikembangkan (bhāvetabba) |
Buddha menjelaskan:
“Sampai aku memiliki pengetahuan dan visi yang benar tentang 4 Kebenaran Mulia, aku tidak mengklaim telah sepenuhnya tercerahkan.”
Buddha menjelaskan bahwa 4 Kebenaran Mulia menentang dua ekstrem:
Jalan Tengah (Madhyamā-pratipad) menjawab keduanya: kebijaksanaan yang menyeimbangkan kesederhanaan dan usaha.
4 Kebenaran Mulia adalah terobosan dari tradisi India saat itu yang sudah memiliki:
Buddha mengatur ulang konsep-konsep ini menjadi 4-kerangka yang spesifik dan dapat diverifikasi melalui pengalaman langsung.