Sumber terpenting untuk mitologi Norse — ditulis Snorri Sturluson sekitar 1220, terdiri dari empat bagian yang mendokumentasikan dewa-dewa, penciptaan dunia, dan puisi skaldic.
Prose Edda (juga disebut Younger Edda atau Edda prosa) adalah sumber tertulis paling penting untuk mitologi Norse, ditulis dalam bahasa Old Norse oleh Snorri Sturluson sekitar tahun 1220. Karya ini merupakan pegangan ensiklopedis untuk penyair istana — mengajarkan mitos, kosmologi, dan teknik puisi skaldic — pada saat Norwegia dan Islandia sedang mengadopsi bahasa Latin dan kehilangan memori lisan tentang warisan pagan mereka.
Pada awal abad ke-13, Kristen sudah menjadi agama dominan di Skandinavia selama hampir tiga abad. Generasi baru bangsawan Skandinavia, terutama di Norwegia, kehilangan kontak dengan mitologi pagan nenek moyang mereka, namun masih menikmati puisi-puisi skaldic yang penuh dengan referensi ke dewa-dewa, troll, dan tempat mistis.
Snorri menulis Prose Edda untuk menjembatani jurang itu — memberikan konteks mitologis untuk memahami kénningar (metafora) puisi skaldic yang tidak lagi dipahami begitu saja.
Snorri memulai dengan prolog kontroversial yang mencoba menyelaraskan mitologi Norse dengan tradisi Kristen dan klasik — menyajikan dewa-dewa Norse sebagai raja-raja Trojan yang datang dari Asia. Pendekatan ini disebut euhemerisme — interpretasi mitologi sebagai sejarah yang ter-elevate.
“The Bewilderment of Gylfi” — bagian paling mitologis, di mana Raja Swedia Gylfi mengunjungi Asgard dengan menyamar sebagai kakek tua dan mengajukan tiga pertanyaan kepada tiga dewa (Har, Jafnhar, dan Þriði, yang merupakan Odin dalam samaran). Jawaban mereka mencakup:
“The Language of Poetry” — manual kénningar (metafora puitis) yang merangkum ratusan cara untuk merujuk pada Odin, Thor, dan konsep-konsep lain. Ini adalah sumber utama untuk kosa kata puisi skaldic.
“The Enumeration of Meters” — 102 stanza puisi yang ditulis oleh Snorri sendiri, mendemonstrasikan bentuk-bentuk metrum yang digunakan dalam puisi skaldic.
Prose Edda sampai kepada kita terutama melalui dua naskah: