Soekarno

Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Presiden pertama (1945-1967), pencetus Pancasila—murid Ki Hajar Dewantara di Taman Siswa.

Ir. Soekarno (lahir Kusno Sosrodihardjo, 6 Juni 1901 – 21 Juni 1970) adalah proklamator Kemerdekaan Indonesia, presiden pertama Republik Indonesia (1945-1967), dan pencetus Pancasila sebagai dasar negara. Alumnus Taman Siswa (pendiri Ki Hajar Dewantara) dan alumnus ITB (masa: Technische Hoge School Bandung). Hari lahirnya, 1 Juni, diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Biografi

Masa Muda

Aktivis Politik (1920-1942)

Proklamator (1945)

Presiden (1945-1967)

Pancasila

Pidato 1 Juni 1945

Dalam pidato “Lahirnya Pancasila” di depan BPUPKI, Soekarno mengartikulasikan lima dasar negara:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme (Peri Kemanusiaan)
  3. Mufakat (Demokrasi)
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Pancasila Resmi (18 Agustus 1945)

Disusun oleh Soekarno, Hatta, dan others sebagai preamble UUD 1945:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pemikiran Pendidikan

”Sosio-Nasionalisme” dan “Sosio-Demokrasi”

1945-1959: “Pancawardhana” Pendidikan

Sebagai presiden, Soekarno mengembangkan Pancawardhana (5 tujuan pendidikan):

Mirip dengan Pancawardhana Ki Hajar Dewantara — Soekarno dipengaruhi langsung oleh Taman Siswa.

Pengaruh dari Ki Hajar Dewantara

Karier Presiden

PeriodeSistemCapaian
1945-1949Revolusi FisikMempertahankan kemerdekaan dari Belanda
1949-1950Federal (RIS)Rekonsiliasi dengan Belanda
1950-1959Demokrasi LiberalStabilitas, perdebatan politik
1959-1967Demokrasi TerpimpinProyek besar, krisis moneter 1965

Hubungan dengan Pendidikan Indonesia

  1. 1950: Menghapus sekolah-sekolah Belanda, nasionalisasi pendidikan
  2. 1950: Mendirikan Universitas Indonesia (UI) dari fusion beberapa sekolah tinggi Belanda
  3. 1954: Mendirikan Universitas Gadjah Mada (UGM) (resmi 19 Desember 1949, presiden pertama)
  4. 1956: Mendirikan Institut Teknologi Bandung (ITB) (sebagai ITB modern, sebelumnya Technische Hoge School)
  5. 1957-1962: Proyek pendidikan massal via **PNK (Pembangunan Nasionalisme Semangat)
  6. 1957: Reformasi Departemen Pendidikan dengan fokus anak Indonesia

Polemik

Pro-Positive

Pro-Kontra

Warisan

  1. Pancasila sebagai dasar negara
  2. UUD 1945 yang ia susun
  3. RI (Republik Indonesia) yang ia proklamirkan
  4. Bung Karno — julukan populis
  5. Pancasila — Hari Lahir Pancasila 1 Juni
  6. Pidato-pidato fenomenal — “Berdirinya seorang Indonesian, berdiri atas fondasi ketuhanan…”

Lihat Juga

Referensi