Sejarah tuas, dari penemuan di Timur Dekat hingga formula matematis dari Archimedes.
Tuas adalah batang kaku yang berputar pada titik tumpu (fulcrum). Tuas digunakan untuk memperbesar gaya yang diterapkan pada salah satu ujungnya, untuk mengangkat atau memindahkan beban di ujung lain.
Bukti arkeologis menunjukkan tuas sudah digunakan sejak 5000 SM di Timur Dekat, awalnya dalam bentuk neraca untuk menimbang barang dagangan.
Sekitar 3000 SM, bangsa Mesopotamia menggunakan tuas dalam shaduf — alat pengangkat air pertama yang masih digunakan di Mesir hingga sekarang. Shaduf menggunakan prinsip tuas kelas 1 dengan titik tumpu, ember di satu ujung, dan pemberat di ujung lain.
Archimedes memberikan dasar matematis untuk prinsip tuas dalam karyanya Tentang Keseimbangan Bidang (On the Equilibrium of Planes). Ia membuktikan bahwa:
Gaya × Jarak dari titik tumpu = Beban × Jarak dari titik tumpu
Atau:
KM = Panjang lengan gaya ÷ Panjang lengan beban
Pernyataan terkenalnya:
“Berilah aku tempat berdiri, dan aku akan memindahkan bumi.”
Ekspresi pemahaman intuitif bahwa dengan tuas yang cukup panjang, gaya sekecil apa pun dapat mengangkat beban sebesar apa pun.
Ada tiga kelas tuas berdasarkan penempatan titik tumpu, gaya, dan beban:
Tubuh manusia menggunakan tuas secara ekstensif:
Tuas adalah mesin sederhana yang paling serba guna — digunakan dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia, dari mengupas kacang hingga menggerakkan kapal. Hukum Archimedes tetap menjadi salah satu prinsip paling fundamental dalam fisika dan teknik.