Sejarah katrol, dari penemuan sederhana di Mesopotamia hingga sistem block and tackle yang memungkinkan pembangunan monumen raksasa.
Katrol adalah roda dengan alur di tepinya untuk tali atau kabel. Katrol mengubah arah gaya dan, ketika digabungkan menjadi block and tackle, melipatgandakan gaya.
Bukti paling awal katrol berasal dari Mesopotamia, awal milenium ke-2 SM (sekitar 1500 SM). Katrol digunakan untuk mengangkut air dan mengangkat bahan bangunan.
Bukti arkeologis katrol muncul di Mesir pada Dinasti XII, digunakan dalam pembangunan Taman Gantung Babilonia (yang sebenarnya berada di Babilonia tetapi di bawah pengaruh Mesir).
Sekitar 400 SM, orang Yunani menciptakan katrol majemuk (compound pulley) — beberapa katrol yang digabung untuk melipatgandakan gaya. Archimedes kemudian menyempurnakan teknologi ini, menciptakan block and tackle yang pertama.
Archimedes dikreditkan dengan penciptaan block and tackle — sistem katrol majemuk yang memungkinkan satu orang mengangkat beban yang biasanya membutuhkan ratusan orang. Plutarch menceritakan bahwa Archimedes, dengan menggunakan block and tackle, menarik sebuah kapal sendirian — meskipun cerita ini mungkin dilebih-lebihkan.
Keuntungan mekanis katrol sama dengan jumlah segmen tali yang menopang beban:
Katrol adalah salah satu mesin sederhana paling serba guna. Setiap kali Anda menaikkan bendera, menarik keran, atau mengoperasikan lift, Anda menggunakan prinsip yang sama dengan yang ditemukan di Mesopotamia ribuan tahun lalu.